Zulfahri Ditemukan Tak Bernyawa Bertepatan Hari Ulang Tahunnya yang ke 17

1209
Tim Basarnas Kabupaten Asahan tengah mengevakuasi jenazah Zulfahri Abdilah (16), remaja yang hanyut terseret arus Sungai Silau di Kelurahan Sendang Sari, Kecamatan Kota Kisaran Barat.

tobasatu.com, Asahan | Zulfahri Abdilah (16), remaja yang hanyut terseret arus Sungai Silau di Kelurahan Sendang Sari, Kecamatan Kota Kisaran Barat, akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, Kamis (16/01/2020) sekitar pukul 15.15 WIB.

Zulfahri Abdillah, seorang remaja di Asahan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah terseret arus Sungai Silau di Kabupaten Asahan.

Zulfahri ditemukan tak bernyawa bertepatan di hari ulang tahunnya yang ke-17, Kamis hari ini.

Petugas Tim Basarnas Tanjung Balai Asahan, Romy Ersa menjelaskan, jasad korban ditemukan mengapung di tepi sungai sekitar 50 meter dari titik hanyut.

“Korban atas nama Zulfahri Abdillah Tanjung ditemukan dengan jarak sekitar 50 meter dari lokasi tenggelamnya korban,” kata Romy Ersa.

Dia mengatakan, korban ditemukan mengapung di tepi sungai dengan posisi telungkup. Selanjutnya, tim penyelamat langsung melakukan evakuasi terhadap jasad korban ke posko dengan menggunakan perahu karet. 

“Dihari ke-2 dari 3 hari operasi pencarian, kita akhirnya menemukan jasad korban. Setelah dievakuasi, jasad korban tersebut langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka di Gang Kancil, Kelurahan Kisaran Baru, Kecamatan Kota Kisaran Barat,”ucapnya.

Dirinya juga mengungkapkan, korban Zulfahri dilaporkan tenggelam saat memancing dan berenang di kawasan Sungai Silau Jalan Kartini Kisaran, pada Selasa sore kemarin bersama dengan kelima orang temannya.

“Berdasarkan informasi yang didapat, korban Zulfahri diketahui memiliki keahlian berenang, namun entah kenapa, ia tidak bisa kembali ke bibir sungai bersama seorang temannya yang lain yang juga nyaris tenggelam hingga akhirnya diselamatkan oleh salah seorang warga. Namun, korban tersebut tidak sempat tertolong, hingga akhirnya pelajar kelas XI SMK ini tenggelam,” pungkasnya.

Sementara ayah korban, Ashari saat di lokasi mengatakan, hari ini merupakan ulang tahun anaknya.

“Disaat usiamu ke 17, disaat itu pula engkau pergi untuk selamanya, ” ungkapnya sembari meneteskan air mata. (ts-21)

BACA JUGA  Basarnas Evakuasi Mayat Perempuan di Perairan Belawan
Loading...
loading...