IDI Medan Imbau Warga Tidak Panik Hadapi Virus Corona

508
Ilustrasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI). (ist)

tobasatu.com, Medan | Kasus Novel Coronavirus (nCOV) yang telah menyerang warga negara Indonesia, diantaranya ada di Medan membuat masyarakat resah. Virus yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok ini memang cukup mematikan kalau tidak ditangani dengan cepat dan benar.

Menanggapi hal ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan meminta masyarakat tidak panik, namun tetap harus disertai dengan waspada. Diantaranya, segera mencari pertolongan ke rumah sakit (RS) atau fasilitas kesehatan terdekat kalau mengalami demam, batuk disertai kesulitan bernafas. 

“Biasanya gejala yang muncul pada kasus ini seperti pneumonia pada umumnya, diantaranya demam, lemas, batuk kering, dan sesak atau kesulitan bernafas. Perlu diwaspadai pada orang dengan usia lanjut dan balita. Pada orang usia lanjut atau memiliki penyakit penyerta lain memiliki resiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi,” ujar Ketua IDI Medan, dr Wijaya Juwarna, Sp-THT-KL, kepada wartawan, Senin (27/1/2020).

Masa inkubasi, lanjutnya pada penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun rata-rata gejala timbul setelah 2-14 hari. Metode transmisi belum diketahui dengan pasti pula. 

“Awalnya virus ini diduga bersumber dari hewan. Namun kenyataannya telah ditemukan penularan dari manusia ke manusia. Bahkan terkait pencegahan belum ada vaksin untuk mencegah kasus ini karena kasus pneumonia ini disebabkan coronavirus jenis baru,” katanya.

Untuk itu, beberapa imbauan bisa dilakukan oleh masyarakat dengan meningkatkan gaya hidup sehat. Seperti mulai menjaga kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata setelah memegang instalasi publik. Untuk mencuci tangan ini menggunakan sabun dan bilang dengan air mengalir sekitar 20 detik, lalu keringkan dengan handuk atau tisu sekali pakai.

“Bila tidak ada fasilitas cuci tangan dapat menggunakan sanitizer alkohol 70-80%,” bebernya.

Selanjutnya, dr Wijaya mengatakan hindari mengusap mata, hidung dan mulut  sebelum mencuci mata. Lalu, menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika bersin dan batuk. Gunakanlah masker dan segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika memiliki gejala saluran napas.

“Istilah bila sedang sakit. Menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah dan sayur minimal 3 kali perhari dan makan-makanan bergizi,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja, dr Wijaya mengingatkan masyarakat untuk hindari kontak dengan orang yang sakit infeksi saluran pernafasan. Masyarakat diminta sering mencuci tangan khususnya setelah kontak dengan pasien dan lingkungannya. Hindari menyentuh hewan atau unggas atau hewan liar. Patuhilah petunjuk makanan dan aturan kebersihan.

“Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk gunakan masker dan cari layanan kesehatan. Terakhir sebaiknya hindari bepergian ke daerah sumber wabah sampai benar-benar aman,” pungkasnya. (ts-24)

BACA JUGA  Fakultas Kedokteran UISU Edukasikan Virus Corona pada Petugas Medis
Loading...
loading...