Air Kehitam-hitaman Genangi Rumah Warga Saat Banjir di Kompleks Martubung

291
Banjir yang menggenangi Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan.

tobasatu.com, Medan | Sejumlah wilayah di Kota Medan terendam banjir, Rabu (29/1/2020) akibat diguyur hujan lebat pada Selasa (28/1/2020) malam.

Di Kompleks Griya Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, air menggenangi rumah warga dengan ketinggian sepinggang orang dewasa. Air terlihat berwarna kehitam-hitaman.

Salah seorang anggota DPRD Medan yang memantau banjir, Sudari, menyatakan penyebab utama banjir di Kelurahan Martubung adalah curah hujan yang cukup tinggi serta buruknya drainase dan tata kelola lingkungan.

Dikatakan Sudari, kondisi terparah terjadi di blok 8, warga yang kondisi rumahnya tidak layak lagi untuk ditinggali, diminta mengungsi ke masjid di komplek tersebut.

“Di blok 8 tadi pagi sudah diumumkan, warga yang kondisi rumahnya terendam dan tak mungkin untuk ditinggali diminta mengungsi ke Masjid,” jelas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Saat ini masyarakat sangat prihatin, rumah-rumahnya terkena banjir dan sibuk berupaya menyelamatkan barang-barang yang berada di dalam rumah.

Terkait air banjir yang berwana kehitam-hitaman, menurut Sudari, diduga air telah bercampur dengan limbah industri, mengingat kawasan tersebut merupakan area industry di Kota Medan.

Sudari meminta kepada Pemerintah agar bisa mengatasi banjir di kota Medan, terutama kawasan Kelurahan Tangkahan dan Kelurahan Besar.  “Kita minta Pemko Medan cepat tanggap terhadap banjir yang sudah sering terjadi disana,”ujarnya.

Sundari bahkan mengusulkan kepada Pemko Medan agar menggandeng PT Kawasan Industri KIM) Medan untuk membantu masyarakat mengatasi banjir.

“Belasan tahun permasalahan banjir di Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan tak kunjung selesai. Bahkan banjir yang selalu membawa limbah ke pemukiman warga menjadi momok yang menakutkan,”ujar Sudari.

Sudari menghimbau kepada msyarakat agar selalu membersihkan drainase di sekitar rumah dan tidak membuang sampah sembarangan ke parit. (ts-02)

BACA JUGA  Pemko Medan Didesak Ungkap Hasil Sampel Air Sungai Bedera yang Terkontaminasi Bangkai Babi
Loading...
loading...