Dua Opsi untuk Evakuasi WNI Awak Kapal Diamond Princess

543

 

tobasatu.com, Jakarta | Pemerintah menyiapkan opsi untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi awak kapal pesiar Diamond Princess yang berlayar di Perairan Yokohama, Jepang. Sebanyak 74 WNI yang jadi awak kapal itu telah dinyatakan sehat dan terbebas dari Novel Coronavirus (Covid-19).

Guna mempersiapkan proses evakuasi dan observasi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengadakan rapat koordinasi (rakor) bersama sejumlah menteri dan pihak terkait lain di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) PMK, Jakarta, Kamis (20/2) kemarin. Muhadjir menjelaskan ada beberapa pilihan atau opsi evakuasi yang masih akan dipertimbangkan dan menunggu arahan Presiden Joko Widodo. Di antaranya, menjemput dengan Kapal dr. Soeharso dari TNI AL atau melalui jalur udara dengan sudah memperhitungkan dari segi efisiensi dan efektivitasnya. “Saya belum bisa sampaikan itu secara detail, nanti tunggu kita sampaikan dulu ke Pak Presiden. Kalau sudah ada arahan Pak Presiden akan saya sampaikan yang lebih lengkap,” ujarnya usai rapat tingkat menteri terkait hal tersebut di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (20/2).

Kendati demikian, menurut Muhadjir, pemerintah telah berkomitmen kuat untuk sesegera mungkin melakukan evakuasi terhadap para awak kapal tersebut. Bahkan proses selanjutnya akan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). “Prosedurnya sesuai seperti yang kemarin yang telah ditetapkan oleh WHO. Tapi semuanya masih dalam opsional, menunggu arahan Pak Presiden,” tukasnya dilansir dari sekabgoid.

Sementara itu, empat orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan positif mengidap Covid-19 saat ini belum bisa dipulangkan ke Indonesia. Dua WNI dirawat di sebuah rumah sakit di Chiba dan dua lainnya di rumah sakit di Tokyo.

BACA JUGA  Pemprov Sumut Distribusikan Ribuan APD dan Alat Rapid Test Covid-19 ke Kabupaten/Kota

Turut hadir dalam rakor tersebut Menkes Terawan Agus Putranto, Menhub Budi Karya Sumadi, Menkumham Yasonna Laoly, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (ts/rel)

Loading...
loading...