Dinkes Sumut Pastikan Kabar Medan Sebagai Zona Kuning Corona Hoax

641
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Alwi Mujahit Hasibuan.

tobasatu.com, Medan | Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara memastikan pesan berantai yang beredar di media sosial bahwa Kota Medan merupakan zona kuning dari penyebaran virus Corona, adalah kabar yang tidak benar alias hoax.

Pesan berantai ini dikirim oleh seorang bernama Tony Petra JKT yang mengatasnamakan Kementrian Kesehatan (Kemenkes), yang menyebutkan sebanyak 6 kota di Indonesia yakni Medan, Batam, Jakarta, Surabaya, Bali dan Manado ditetapkan sebagai zona kuning virus Corona (COVID-19). Hal ini tentu membuat sebagian masyarakat khawatir.

Ia mengimbau agar menyediakan masker di rumah dan hand sanitizer. Selain itu ia meminta agar mengusahakan untuk jangan dulu ke tempat-tempat umum dan traveling.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan melalui Sekretaris Dinas dr Aris Yudhariansyah menyatakan kalau informasi tersebut sama sekali tidak benar. Ia menyebutkan, Kemenkes maupun Dinas Kesehatan Sumut, sama sekali tidak ada mengeluarkan pernyataan jika 6 kota tersebut (termasuk Medan) sebagai zona kuning COVID-19.

“Dipastikan berita bohong,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Sementara itu, anggota Tim Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging (PINERE) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, dr Restuti Hidayani Saragih, Sp.PD, K-PTI, FINASIM, M.H.(Kes) juga mengatakan bahwa sampai saat ini Kemenkes RI tidak ada mengeluarkan peringatan terkait adanya zona kuning atau warna apapun di Indonesia terkait COVID-19.

Karenanya ia meminta kepada semua pihak agar membantu melawan hoax dan menyebarluaskan informasi yang benar. “Bersama kita bisa, lawan hoax, tetap siap siaga menghadapi COVID-19,” sebutnya.

Terpisah, PIC Tim PINERE RSUP Haji Adam Malik dr Ade Rahmaini SpP menambahkan, jika sampai saat ini pihaknya belum ada satupun konfirmasi pasien COVID-19. Karenanya, ia mengimbau agar masyarakat tetap berpikir positif, apalagi Dinas Kesehatan sudah menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.

BACA JUGA  Dilarang Berkumpul di Keramaian, Masyarakat Diminta Patuhi Maklumat Kapolri Terkait Corona

“Yang penting tetap waspada dan jaga kesehatan. Jangan lupa tetap berdoa agar (COVID-19) tidak masuk ke Indonesia virus nya,” tandasnya.

Sementara itu, Pengamat Kesehatan Destanul Aulia PhD mengatakan virus corona memang harus diwaspadai, terlebih di sektor perdagangan, sektor pariwisata hingga industri. Kabar hoax juga harus ditanggapi oleh pemerintah dengan tetap waspada. Terlebih banyak yang menggunakan berita hoax ini untuk mencari keuntungan.

“Edukasi masyarakat terkait hal ini, kemudian Puskesmas menjadi institusi terkecil yang langsung berhadapan dengan masyarakat juga harus mampu melakukan upaya preventif mencegah terjadinya penularan virus korona,” katanya. (ts-24)

Loading...
loading...