Sepeda Motor Barang Bukti Polisi Dipinjam Kecamatan

1955
Barang bukti sepeda motor yang diamankan polisi dipinjam ke kecamatan

tobasatu,com, Delitua | Tiga unit sepeda motor jenis supra hasil tangkapan polsek Delitua, yang seharusnya disimpan, ini malah dipinjam pakaikan kepada pihak kecamatan Delitua. Hal tersebut tentunya jadi sorotan masyarakat.

Sepeda motor sebagai barang bukti di polisi yang dipinjam ke kecamatan diangkut dengan truk sampah

Tiga unit sepeda motor hasil tangkapan yang seharusnya sebagai barang bukti tersebut, diangkut menggunakan mobi sampah berplat merah BK 9165 M mengangkut sepeda motor dari polsek Delitua ke kantor camat Kamis (27/2) sekira Jam 19.00 wib.

Warga sekitar yang melihat hal itu bertanya-tanya, kenapa sepeda motor hasil tangkapan polisi bisa seenaknya dipinjam atau diserahkan ke Pihak Kecamatan.

“Gila ah, sepeda motor hasil tangkapan polisi di kirim ke kantor camat Delitua. Ada apa di balik itu” beber S Ginting (54) warga sekitar kantor camat Delitua Jumat (28/2) sekira Jam 15.00 wib saat berada di salah satu warung kopi dekat Polsek Delitua.

Kapolsek Delitua AKP Julkifli Harahap SH yang dikonfirmasi wartawan Jumat siang Jam 15.11 Wib membenarkan pihaknya ada memberikan pinjam pakai tiga unit sepeda motor ke pihak Kecamatan Delitua.

“Benar, emang salah kita memberikan pinjam pakai kepada sesama instansi, kita aja diberikan pinjam pakai tanah, kan ngak ada salahnya saling membantu,” ujar Kapolsek dari sebrang telepon.

Sementara itu, Ronalta Tarigan anggota DPRD Deliserdang saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon Sabtu (29/2) siang Jam 11.33 Wib.

Ronalta Tarigan menjelaskan, polsek Delitua dibawah Pimpinan AKP Julkifli Harahap SH telah menyalahi aturan dengan meminjamkan tiga unit sepeda motor bukan kepada pemiliknya.

Untuk itu, Ronalta Tarigan meminta agar pimpinan Polri memberikan teguran atau sanksi tegas kepada AKP Julkifli Harahap SH yang telah Semena-mena dalam menjalankan kewenangan.

Hal yang sama juga diungkapkan Thomas J Tarigan SH praktisi Hukum, saat diminta tanggapannya Sabtu (29/2) siang Jam 12.00 Wib. Ia menjelaskan, tindakan AKP Julkifli Harahap tersebut sudah sangat bertentangan dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku.

BACA JUGA  Mengaku Tim Saber Pungli Kemenkumham, Dua Wanita Pelaku Penipuan Diringkus Polisi

Seharusnya barang bukti yang berhasil diamankan dalam kasus apapun tetap berada di Polsek sampai kasusnya jelas dan berkekuatan hukum tetap.

“Penanganan barang bukti bisa dilakukan dalam tiga hal, dikembalikan kepada pemilik, disita untuk Negara, atau dimusnahkan,” ujar Thomas J Tarigan SH.

Dalam perkapolri 10/2010, barang bukti dapat dikeluarkan untuk keperluan Penyidikan pasal 17 Perkapolri, dikirim ke Jaksa Penuntut Umum, dikembalikan kepada orang atau dari siapa benda itu disita atau kepada mereka yang berhak.

Thomas menambahkan, barang bukti bisa dijual dengan cara lelang dalam hal barang bukti yang disita lekas rusak dan atau biaya penyimpanan terlalu tinggi.

“Barang bukti juga bisa dipinjam pakaikan kepada yang berhak bukan kepada pihak lain,” tegas Thomas J Tarigan SH.(ts19)

Loading...
loading...