Langka, Harga Masker di Medan Tembus Rp375 Ribu Per Kotak

808
Ilustrasi pelajar mengenakan masker.

tobasatu.com, Medan |  Kasus Covid-19 yang sudah sampai ke Indonesia menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat di Kota Medan.

Masyarakat pun berupaya menghindari penularan virus dengan menggunakan masker. Akibatnya, stok masker menjadi langka di Medan. Jikapun ada harganya  mencapai Rp375.000 per kotak.

Hal ini disampaikan oleh Saiful, warga Medan Helvetia. Katanya, Ia mendapat harga itu saat menitip ke rekannya karena di  beberapa apotik yang didatangi persediaannya habis.  

“Tapi akhirnya gak jadi beli, nitip teman karena terlalu mahal,” ujarnya.

Hal sama juga disampaikan Warga Menteng, Dila. Katanya, sepanjang Jalan Menteng, Halat ke Jalan Sutrisno, Ia tidak mendapatkan apotik atau warung yang memiliki stok masker. 

“Harganya gak tahu berapa, tapi sepanjang Jalan Halat ke Sutrisno gak ada kami cari,” katanya sembari mengatakan, pihaknya juga mulai khawatir setelah pengumuman presiden dan berniat mewaspadai penularan dengan pakai masker tersebut.

Sebelumnya, Ia mengaku rekannya ada yang membeli masker merek Sensi yang biasa hanya Rp500 per pc atau Rp30ribu per kotak menjadi Rp95 ribu per kotak di salah satu apotik 24 jam. Sementara, ada juga yang membeli sebesar Rp300 Ribu per kotak.

Menanggapi hal ini Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengaku belum menemukan adanya dugaan pelanggaran dalam perdagangan masker di pasaran. Hal ini disimpulkan dari temuan sementara penelitian inisiatif yang dilakukan KPPU dalam menyikapi kenaikan dan kelangkaan harga masker.

“Kenaikan memang terlihat dari penelitian tersebut, terutama pada jenis 3 ply mask dan N95 mask. Kenaikan ini masih dipacu oleh merebaknya Novel Corona Virus (Covid-19) di dunia,” ujar Anggota KPPU Guntur S. Saragih dan Direktur Ekonomi KPPU M. Zulfirmansyah melalui siaran persnya.

KPPU melihat ada peningkatan demand yang tinggi di pasar yang tidak diiringi dengan peningkatan supply dari Produsen. Dimana jumlah produksi antar produsen tidak sama. KPPU telah melakukan konsolidasi data dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian, di mana pembuktian memperlihatkan berkurangnya stok masker dan tingginya demand,”  ujarnya. 

KPPU belum menemukan adanya pelaku usaha besar yang menjadi sumber kenaikan harga masker di pasaran. 

Dari struktur, saat ini terdapat banyak pelaku usaha di pasar masker Indonesia. Tercatat ada 28 perusahaan Produsen masker yang terdaftar melalui izin yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, 55 perusahaan distributor masker, dan 22 perusahaan importir masker.

Dari penelitian juga ditemukan bahwa belum ada pelaku usaha besar yang melanggar aturan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat di pasar.

KPPU menghimbau masyarakat untuk tidak panik. Kepanikan ini membuat meningkatnya daya beli di pasaran dan meningkatkan kebutuhan secara mendadak, sehingga sangat rentan dimanfaatkan oleh pasar untuk menaikkan harga. 

“Kita berharap masyarakat dapat teredukasi dengan baik dan bertindak cerdas dalam bertransaksi,” katanya sembari mengaku pihaknya mengapresiasi pelaku usaha yang tidak memanfaatkan situasi saat ini. (ts-02)

BACA JUGA  Pemko Medan Dinilai Gagal Atasi Covid-19
Loading...
loading...