KPPU Monitoring Harga dan Stok Masker di Distributor Alkes Medan

994
Kepala Kanwil I KPPU, Ramli Simanjuntak saat monitoring harga dan stok masker di salah satu distributor Alkes Medan.

tobasatu.com, Medan | Kantor Wilayah I Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar monitoring harga dan ketersediaan masker di toko Alat Kesehatan (Alkes) Medan. Selain mengecek harga,  peninjauan juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan masker.

Alkes yang dikunjungi diantaranya di Jalan Raden Saleh Dalam No.73, Kesawan dan PT. Dimas Andalas Makmur di Jalan Majapahit Medan.

Kepala Kanwil I KPPU, Ramli Simanjuntak dalam kesempatan itu, mengatakan monitoring dilakukan menyikapi lonjakan harga dan kelangkaan masker yang disebabkan mewabahnya virus Corona (Covid-19).

“Berdasarkan hasil pemantauan di Toko Alat Kesehatan, saat ini ketersediaan masker sedang kosong walaupun permintaan sedang meningkat, sampai memaksa pemilik toko harus mencari masker mulai dari Kota Binjai hingga Kota Medan. Saat ini toko hanya menerima pasokan sebanyak 10 kotak berisi 40 Box, dengan menjual 1 box seharga Rp 125.000,” katanya Ramli.

Selain masker, permintaan hand sanitizer juga meningkat, dimana saat ini toko Alkes menjualnya dengan harga Rp80.000 karena toko Alkes hanya menerima jatah pembelian sebanyak 3 kotak.

Pantauan kemudian dilanjutkan ke PT. Dimas Andalas Makmur selaku distributor alat kesehatan yang menyuplai barang ke Sumut hingga ke Aceh. Dalam pantauannya, KPPU hanya menemukan masker sebanyak 2 karton dengan merek One Med yang berasal dari pabrikan di Surabaya dengan lonjakan harga menjadi Rp125.000 per box.

Dalam kesempatan itu, Meliana Manurung selaku Direktur PT. Dimas Andalas Makmur menyampaikan pihaknya hanya mampu memasarkan 200 box untuk seluruh wilayah pemasarannya, hal tersebut terjadi karena pasokan yang diterima dari pabrikan mengalami penurunan supply dari 1.000 box menjadi 200 box perbulan.

Ramli Simanjuntak juga meminta kepada distributor untuk tidak terlalu banyak menaikkan harga masker. KPPU menegaskan kepada distributor agar tidak menahan pasokan atau menimbun pasokan untuk keuntungan sendiri. Kalau terjadi penimbunan bisa dikenakan denda hingga pencabutan izin usaha.

BACA JUGA  Langka, Harga Masker di Medan Tembus Rp375 Ribu Per Kotak

“Permintaan tinggi membuat harga naik dan stok berkurang. Untuk membuat masker ini ada bahan yang harus di impor dari Cina, sejak ada kasus ini import tidak diperbolehkan dari sana, ini yang membuat ketersediaan menipis, untuk itu pelaku usaha dilarang memanfaatkan situasi yang tengah terjadi saat ini” ujarnya. (ts-20)