Duh Medan…! Baru Syuting Perdana, Kru Film Kesawan The Movie ‘Dipalak’ Preman

32579
Kru Film A Thousand Midnight In Kesawan melakukan syuting perdana di Lapangan Merdeka. Namun mereka diresahkan dengan aksi premanisme.

tobasatu.com, Medan | Film A Thousand Midnight In Kesawan mulai melakukan syuting perdananya dengan mengambil lokasi di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Medan, Selasa (10/3/2020) malam.

Namun saat syuting pertama kalinya ini, terjadi insiden yang tidak mengenakkan dan membuat jadwal pengambilan gambar menjadi molor.

Sutradara Film Kesawan The Movie, Hendri Norman menjelaskan, saat tengah melakukan seting lokasi, mereka didatangi empat orang pemuda berusia sekitar 30-an tahun dan meminta sejumlah uang.

Syuting perdana Film A Thousand Midnight In Kesawan yang mengambil tempat di Lapangan Merdeka Medan.

“Awalnya mereka datang nanya-nanya, ya kita jawab apa adanya. Karena siapapun yang datang bertanya, pasti kita jelasin jika tidak sedang sibuk, tapi lalu mereka minta uang,” ujar salah satu sutradara, Hendri Norman, dalam keterangannya yang diterima redakai tobasatu.com, Rabu (11/3/2020).

Hendri pun menjelaskan ini bukan film komersil, tapi indie, hasil kolaborasi komunitas jadi tidak punya uang. Namun penjelasan itu tidak berhasil. Pemuda- pemuda itu membuat keributan di sekitar lokasi syuting yang mengundang perhatian pengunjung lapangan merdeka yang terbilang cukup ramai. Waktu masih sekira pukul 9 malam. Perdebatan itu kemudian terhenti akibat hujan mulai turun. Kru langsung memindahkan alat-alat ke pendopo lapangan merdeka. Syuting yang belum mulai akhirnya tertunda selama satu jam.

“Kami coba lapor ke pos polisi di sana, tapi karena itu pos polisi Lantas, jadi kami disuruh lapor ke Polsek Medan Barat,” tambah Hendri.

Lantaran jaraknya yang cukup jauh dan personil yang terbatas, tim urung melapor malam itu. Setelah berunding dengan tim, Hendri akhirnya memindahkan setting lokasi ke sekitaran Merdeka Walk, yang berada di depan. Syukurnya, gangguan premanisme seperti di dalam lapangan merdeka tidak terjadi. Hingga akhir syuting sekira pukul 3 pagi berjalan dengan lancar.

BACA JUGA  [Galeri Foto] Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1439 H - 2018 M di Lapangan Merdeka Medan

Hapuskan Premanisme

Hendri sangat menyesalkan hal premanisme semacam ini ternyata masih bisa terjadi di tengah-tengah slogan Kapolda Sumut  Irjen Pol Martuani Sormin, “Tidak ada tempat bagi kejahatan di Sumatera Utara”. Keinginan untuk membuat film yang mempromosikan pariwisata Medan ini ternyata masih diganggu premanisme jalanan. Jangankan wisatawan, warga Medan yang ingin berkarya pun masih dihalang-halangi dengan kejadian seperti itu.

“Kita itu sempat nyelutuk waktu break time, andai kita pekarya  juga didukung oleh walikota dan gubernur seperti Lyodra ya, kita bisa jadi pemenang juga nanti. Tapi mau bagaimana, surat-surat kita ke para petinggi itu gak direspon. Meski begitu, kita tetap optimis berkarya,” tukasnya. (ts-02)

Loading...
loading...