Pemilihan Kepling Didemo warga, Lurah Binjei Serbangan Kabur

1023
warga lingkungan 5 saaat melakukan demo

tobasatu.com, Asahan | Di demo warga soal pemilihan Kepala Lingkungan (kepling) 5, Lurah Binjei Serbangan kecamatan Air Joman, Asahan pilih kabur.

Menurut warga yang melakukan aksi demo, Kamis (12/3/20). Mereka menolak penetapan Anisa Burdiarsih sebagai Kepling 5 karena dianggap tidak masuk dalam kriteria dan kurang di kenal warga.

Situasi dialog penolakan kepling 5 antara warga dan Lurah Binjei Serbangan berujung ricuh

“Yang sangat diherankan, kenapa prosesnya sangat berbeda dengan di lingkungan lainnya. Baru kali inilah terjadi, proses pemilihan kepling melalui ujian. Seharusnya prosesnya melalui pemilihan secara langsung,”ungkap Subandi didampingi warga lainnya.

Ia menambahkan, penetapan Kepling baru terkesan sepihak dan diduga kuat adanya konspirasi dari Lurah Binjei Serbangan.

“Apa karena Anisa merupakan cucu dari Lurah, makanya Lurah tersebut bisa berbuat seenak hatinya. Kami menilai, Anisa belum layak untuk menjadi Kepling 5. Disamping itu, beliau sama sekali tidak dikenal oleh warga,” tegas mereka.

Untuk itu, warga meminta pada Lurah Binjei Serbangan Dan Camat Air Joman untuk membatalkan surat pengangkatan Kepling 5 serta mengulang proses pemilihan kepala lingkungan setempat.

“Kami minta kepada Lurah maupun Camat Air Joman agar membatalkan surat pengangkatan Kepling atas nama Anisa Budiarsih. Disamping itu, proses pemilihan kepling 5 harus juga diulang,” teriak warga dengan penuh semangat.

Setelah menyampaikan aspirasi. Warga tersebut langsung diterima oleh Lurah Binjei Serbangan, Suwanto didampingi beberapa stafnya.

Berdasarkan pantauan, suasana musyawarah di kantor Kelurahan Binjei Serbangan memanas dan ricuh. Hal tersebut dikarenakan Lurah Binjei Serbangan menganggap seluruh warga di lingkungan 5 tidak tau hukum.

“Berhubung warga di Lingkungan 5 tidak tau hukum, jadi, permasalahan tersebut biar saya sendiri bersama staff yang menyelesaikan,” ungkap Suwanto.

Mendengar perkataan dari Lurah tersebut, warga Lingkungan 5 langsung emosi, memukul meja dan berteriak histeris. Lurah yang melihat suasana tidak kondisi tersebut, langsung memilih untuk kabur.

BACA JUGA  Pendemo di Makodam I/BB Dibubarkan Paksa

“Sangat tak cocok ucapanmu itu Lurah, yang kau anggaplah kami semua ini tidak paham dengan hukum. Baru menjabat sebagai Lurah, sudah begitu ucapanmu,” ucap mereka sembari meninggalkan kantor Kelurahan Binjei Serbangan.(ts21)

Loading...
loading...