Satu Lagi PDP COVID-19 Meninggal, Anggota DPRD Medan Desak Wali Kota Tingkatkan Status Darurat Corona

1119
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Medan, Sudari ST.

tobasatu.com, Medan | Anggota DPRD Kota Medan Sudari, ST mendesak Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution meningkatkan status kebencanaan terkait Corona Virus Deases (COVID-19) yang sebelumnya telah ditetapkan status Siaga Darurat Corona.

Hal ini menyusul bertambahnya korban meninggal akibat pandemi COVID-19 tersebut. Korban terbaru adalah Drs.Mussadad M.Si yang merupakan Asisten Pemerintahan (Aspem) Kota Medan, yang meninggal pada Rabu (25/3/2020) petang. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Musaddad sempat diisolasi di RS Adam Malik Medan sejak Senin (23/3/2020) dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Menurut Sudari yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Plt Wali Kota juga perlu segera bersikap lebih tegas dengan membatasi akses keluar dan masuk ke Kota Medan baik dari jalur udara, laut maupun jalur darat.

“Supaya pandemi COVID-19 bisa dihentikan aksesnya harus dibatasi, Plt Wali Kota kita mintakan untuk memperketat pengawasan terhadap pintu-pintu masuk dan keluar Kota Medan,” ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengapresiasi dikeluarkannya surat edaran dari Plt Wali Kota Medan yang menginstruksikan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari rumah (Work From Home), guna memutus mata rantai dari virus corona.

Namun kata Sudari, mengingat situasi yang sudah semakin darurat ini sebaiknya Pemko Medan membatasi pelayanan umum, kecuali rumah sakit dan puskesmas.

Pemko Medan menurutnya perlu merevisi point 3 dari Surat Edaran Nomor 800/486 tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN di lingkungan Pemko Medan dalam upaya pencegahan Covid-19.

Dalam point tiga surat edaran tersebut, pegawai yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat luas dan/atau berhubungan dengan penanggulangan COVID-19 antara lain pada Dinas Kesehatan (RSUD Pirngadi dan Puskesmas), Satpol PP, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Sekretariat Daerah serta Kecamatan dan Kelurahan.

BACA JUGA  Akibat Aktivitas Belajar dan Bekerja di Rumah, Trafik Data XL Axiata di Sumatera Naik Hingga 16 Persen

“Point tiga sebaiknya ditiadakan kecuali rumah sakit dan puskesmas,” ujar Sudari.

Dia juga meminta Plt Wali kota Medan Akhyar Nasution untuk memberikan apresiasi kepada petugas medis yang saat ini merupakan pertahanan  terdepan dalam penanggulangan COVID-19 dengan mengucurkan dana darurat bencana Kota Medan untuk membeli Alat Pelindung Diri (ADP) dan memberi insentif bagi petugas medis yang merawat pasien corona.

Menurut informasi dari tim gugus tugas Covid-19 Kota Medan, hingga Rabu (25/3/2020) pukul 17.00 WIB, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Medan saat ini berjumlah 26 orang, dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang melapor berjumlah 186 orang. Sementara 1 orang dinyatakan positif COVID-19. (ts-02)

Loading...
loading...