Bupati Asahan Minta Semua Pihak Bergegas dalam Penanggulangan Covid-19

513

tobasatu.com, Asahan | Bupati Asahan bersama seluruh unsur OPD menggelar pertemuan dengan sejumlah tenaga medis di Kabupaten Asahan di ruang Kerja rumah Dinas Bupati Asahan, Senin (30/3/2020).

 

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Asahan, H. Surya, B.Sc meminta masukan dari tenaga medis dan instansi dalam melakukan langkah-langkah yang harus diambil oleh Pemerintah Kabupaten Asahan terkait pencegahan dan penanganan virus Covid-19 di Kabupaten Asahan. 

“Kepada seluruh pihak terkait untuk bergegas melakukan hal-hal yang diperlukan dalam mendukung kesiapan pencegahan dan penanganan covid-19 di Kabupaten Asahan, agar Kabupaten Asahan yang saat ini berstatus siaga darurat tidak meningkat menjadi tanggap darurat, ” ungkapnya. 

Selanjutnya, lanjut H Surya, untuk mencegah penyebaran Covid-19 meluas, Direktur RSUD HAMS Kisaran agar secepatnya menambah ruangan isolasi untuk pasien Covid-19 yang dianggap perlu untuk diisolasi. 

“Masyarakat yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan kondisi tidak mendesak dapat memeriksakan kesehatannya di Puskesmas terdekat tanpa harus merujuk ke RSUD HAMS Kisaran, karena Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 sudah ada di Kecamatan masing-masing, ” terangnya.  

Bupati Asahan berharap kepada masyarakat agar proaktif dalam pencegahan virus Covid-19. 

“Hal itu dilakukan dengan cara membiasakan pola hidup sehat, seperti cuci tangan pakai sabun sesudah dan sebelum melakukan aktivitas, serta melaporkan jika ditemukan masyarakat yang baru kembali dari daerah yang dianggap pandemi Covid-19 kepada Gugus Tugas di Kecamatannya masing-masing, ” terangnya. 

Sementara, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Asahan, dr. H. Indra Noor mengharapkan seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Asahan agar dapat menangani masyarakat dengan status ODP ringan.

“Disamping itu, saya juga berharap kepada instansi terkait agar proaktif didalam mengawasi masyarakat yang berstatus ODP, dan memberikan pemahaman kepada mereka untuk tidak beraktivitas diluar rumah selama masa pemeriksaan 14 hari,” terangnya. 

Dalam kesempatan tersebut dr. Nini Deritana Sp. Paru menyampaikan, saat ini RSUD HAMS Kisaran hanya memiliki ruang isolasi yang berfungsi untuk mengisolasi Pasien Dalam Pemantauan (PDP) ringan. 

“Namun, jika lebih dari kategori PDP ringan, pihak RSUD HAMS akan merujuknya ke rumah sakit yang berada di Kota Medan,” paparnya. 

Saat ini, lanjut dr Nini, Pemerintah Kabupaten Asahan perlu membuat tempat karantina khusus bagi masyarakat dengan status ODP. 

“Karantina khusus tersebut nantinya akan didukung dengan peralatan radiologi, Rapid Test dan berbagai peralatan kesehatan lainnya yang saat ini belum kita miliki. Untuk itu, Pemkab Asahan secepatnya dapat mengupayakan alat-alat kesehatan dan perlengkapan medis yang saat ini sangat dibutuhkan oleh tim medis, ” harapnya. (ts-21)

BACA JUGA  Plt Bupati Asahan Serahkan 124 e-KTP Kepada Pelajar Tingkat SMA
Loading...
loading...