Polres Dairi Diminta Cabut Penangguhan Penahanan Kakek Pelaku Pemerkosa Pelajar SMP

7751

tobasatu.com, Dairi | Womens March Sumut meminta kepada Polres Dairi dan Polda Sumatera Utara yang menangani kasus perkosaan terhadap anak perempuan pelajar SMP di Dairi (Yh,14) agar segera mencabut penangguhan penahanan tersangka (MM, 75). 

Kebijakan ini dinilai tidak sesuai dengan unsur keadilan dan perlindungan terhadap korban. 

“Kami prihatin dengan kasus perkosaan terhadap terhadap anak perempuan pelajar di SMP (YH) di Kab.Dairi  yang dilakukan oleh MM. Penanganan kasus ini dilakukan tanpa memikirkan kepentingan terbaik bagi korban yang masih di bawah umur. Apalagi saat ini korban sedang hamil 8 bulan,” ujar Koordinator Womens March Sumut, Ferry Wira Padang, Selasa (14/4/2020). 

Lebih lanjut dikatakan Ferry, kasus ini semakin membuat miris karena pelaku yang ditahan oleh Polres Kab.Dairi pada 14 Maret 2020, tapi dengan alasan kesehatan dan usia pelaku yang sudah tua Polres Dairi telah melakukan penangguhan penahanan pada hari  Senin (13/4/2020).

Proses penahanan dan penangguhan sebagaimana diatur dalam KUHAP memang sepenuhnya di bawah kewenangan penyidik namun kewenangan tersebut harus dibarengi dengan mempertimbangkan rasa keadilan dan kepentingan hukum korban yang masih di bawah umur.

Berdasarkan kejadian ini, lanjut Ferry, Womens March Sumut memohon dan meminta kepada Polres Dairi  dan Polda Sumatera Utara yang menangani kasus perkosaan ini untuk segera melaksanakan penahanan kembali pelaku MM dengan  mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak sesuai dengan UU No. 35 tahun 2014 perubahan atas UU No. 23 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak. 

“Kami juga menolak segala upaya penangguhan terhadap pelaku,” tegas Ferry. 

Termasuk Womens March Sumut juga meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Dairi dan Sumut agar menolak penyelesaian kasus di luar jalur hukum. 

Hal senada juga disampaikan Jenny Solin, Aktivis Perempuan di Dairi yang menyebutkan kalau rekan-rekan aktivis perempuan dan NGO di Dairi juga mengecam penangguhan penahanan pelaku. Menurutnya, selain kasus ini tidak memenuhi unsur keadilan bagi korban juga tidak membuat efek jera bagi pelaku yang seharusnya di hukum sesuai dengan perbuatannya.

“Mengingat serta memperhatikan apabila kasus ini berlarut- larut akan menambah keresahan bagi masyarakat secara khusus terhadap korban perempuan dan keluarganya. Untuk itulah kami memohon agar kepolisian dapat memenuhi keadilan dan perlindungan terhadap korban,” terang Jenny. (ts-02)

BACA JUGA  Demi Uang Bayar Tuak, Capah Nekat Habisi Nyawa Bibik Kandung
Loading...
loading...