Bobby Nasution: Dimasa Pandemi, Maknai Hari Pancasila Sebagai Semangat Gotong Royong

471

 

tobasatu.com, Medan | Bakal Calon Walikota Medan, Bobby Nasution menyatakan masa pandemi Covid-19 yang berdampak sosial ekonomi luas semakin memperkuat relevansi Hari Lahir Pancasila 1 Juni sebagai semangat gotong royong bagi seluruh rakyat.

Ia mengutip pidato Presiden Soekarno yang mengatakan, inti dari lima sila Pancasila jika diperas menjadi satu adalah gotong royong. Menurut Bobby, bangsa Indonesia ditakdirkan untuk harus selalu bersatu dan bergotong royong jika ingin kuat dan maju. Terlebih dalam situasi pandemi COVID-19, sikap gotong royong sangat dibutuhkan memberi solusi terhadap persoalan dampak sosial yang terjadi.

“Bangsa ini ditakdirkan untuk selalu mengedepankan sikap bergotong royong, menimbang geografi dan demografinya. Problem kita hari ini, khususnya kesenjangan sosial, harus dihadapi secara bersama, gotong royong antara seluruh warga, juga bersama pemerintah, dan itu terbukti ketika masa pandemi seperti ini. Pemerintah pun harus bekerja sama dengan masyarakat untuk mengatasi dampak sosial ekonomi covid,” kata Bobby.

Wakil Ketua HIPMI ini juga menyampaikan, dalam kesempatan Hari Pancasila juga mengajak anak bangsa khususnya warga kota Medan untuk peduli dan giat mendukung UMKM. Menurut Bobby, mendukung UMKM lokal untuk bertahan di tengah penurunan ekonomi akibat pandemi adalah sebuah gotong royong dan patriotisme kekinian.

‚ÄúSudah menjadi kewajiban untuk mencintai produk dalam negeri terutama produk-produk UMKM. Khususnya UMKM Kota Medan. Banyak yang terkena imbas penurunan ekonomi karena dari pandemi. Sebagai sesama warga kota, kita dukung agar ekonomi Medan tetap stabil. Ini juga bagian dari semangat gotong royong,” ujarnya.

Lulusan Master Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) ini berharap UMKM Medan dapat beradaptasi dengan New Normal dan berinovasi mengantisipasi perkembangan sosial ekonomi ke depan.

BACA JUGA  Bobby Nasution Ajak Warga Jawa Berkolaborasi Majukan Kota Medan

“Selama masa pandemi dan belum ditemukannya vaksin maka kemungkinan hampir semua kegiatan akan dilakukan secara digital. Sebuah era dimana pemuda lah yang mengerti dan menguasainya. Oleh karena itu, saya yakin UMKM dan anak muda kota Medan akan dapat beradaptasi, kuncinya adaptasi dan inovasi, dalam mendorong ekonomi lokal menjadi lebih baik,” pungkasnya. (ts05)

Loading...
loading...