Re-Born dan Bondan Jemput Aspirasi Pedagang di Pasar Sei Sikambing, Menata Pasar Jangan Sampai Menindas Pedagang

569

tobasatu.com, Medan | Penataan pasar salah satu faktor penting untuk menciptakan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung. Hanya saja, jangan sampai proses penataan malah menindas pedagang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Relawan Bobby Nasution (Re-Born) Suwarno, Kamis (9/7). Menurutnya dari hasil program Jemput Aspirasi Pedagang yang dilakukan Tim Re-Born dan Bobby Nasution for Medan (Bondan) di Pasar Sei Sikambing, Selasa (7/7), ada pedagang kaki lima (PK5) atau yang berjualan di emperan mengeluhkan soal biaya penataan lapak.

“Kita ketemu pedagang buah bernama Sri umur 66 tahun. Dia mengaku lapaknya yang sekarang akan ditata oleh pihak ketiga. Akan tetapi, harus membayar dengan harga yang sangat mahal,” bilang Suwarno didampingi Sekretaris Umum Re-Born Rahmad Syah Ramadhan Harahap, Bendahara Mester Harahap, Wakil Sekretaris Siswarno, Wakil Bendahara Romulo Makarios Sinaga, Humas Re-Born Tekken Sinaga dan Kordinator Wilayah Abu Bakar serta Ketua Bondan Edhy Dhamendra.

Untuk lapak meja dengan ukuran 1,5 meter, sebut Suwarno, Sri harus membayar sekitar Rp45 juta sampai Rp60 juta. Pedagang juga harus membayar uang muka Rp20 juta. Suwarno melanjutkan, rencana penataan lapak itu disampaikan kepada pedagang oleh oknum PD Pasar di bagian umum. Nantinya penataan lapak tersebut akan dilakukan oleh pihak ketiga. Sejauh ini, sudah ada sekitar lima orang yang mau membayar lapak dengan uang yang dipatok tersebut. Namun, yang membayar itu bukanlah pedagang di situ melainkan orang lain.

“Bayangkan dimasa pandemi covid-19 ini saja pedagang sudah terkena imbas secara ekonomi karena sepinya pembeli. Kalau harus dikenakan biaya seperti itu, tentunya itu menindas namanya,” sebut Suwarno.

Selain temuan soal harga lapak yang selangit, kata Suwarno, dari 160 pedagang yang didata di Pasar Sei Sikambing, keluhan lainnya adalah mengenai kualitas sarana dan prasarana serta faktor keamanan pasar. Masih banyak dijumpai bagian pasar yang becek dan terdapat genangan air. Ada pula beberapa kejadian pencopetan dan penjambretan di pasar tersebut.

BACA JUGA  Walikota Medan Pimpin Upacara HUT RSUD DR. Pringadi Kota Medan

“Persoalan-persoalan tersebut haruslah diperbaiki agar menciptakan kondisi pasar yang nyaman bagi pengunjung maupun pedagang. Untuk mencapai itu mesti mengedepankan kolaborasi di antara semua pihak mulai dari pedagang, pembeli hingga instansi terkait,” jelas Suwarno yang juga Ketua Umum Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B).

Dilanjutkan Suwarno, hasil temuan dari Jemput Aspirasi Pedagang ini akan disampaikan ke Bobby Nasution. Tujuannya agar keluhan-keluhan tersebut sampai ke Bobby Nasution dan nantinya jadi bahan untuk melakukan perbaikan bagi Kota Medan.

“Kita melakukan ini demi membuat Medan lebih baik. Terlebih Bang Bobby menaruh perhatian terhadap pedagang dan juga UMKM. Kami harap apa yang telah kami dapat ini bisa menjadi gambaran bagi Bang Bobby untuk membuat program kedepannya,” tandasnya. (ts04)

Loading...
loading...