Kinerja Kredit di Sumut Membaik Pada Mei 2020

597
Ilustrasi Bank Indonesia. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (BI Sumut) mencatat kinerja kredit di Sumut terlihat membaik di bulan Mei 2020, namun belum pulih sepenuhnya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, Jumat (10/7/2020). Dikatakannya,  pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada bulan Mei 2020 lebih rendah dibandingkan triwulan I 2020 namun telah menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

“Meski demikian, rasio NPL (Non Permorfing Loan) tercatat membaik, diindikasi juga didukung oleh program restrukturisasi kredit UMKM yang telah berlangsung sejak April 2020. Sementara, untuk pertumbuhan kredit pertanian dan industri pengolahan menunjukkan peningkatan diikuti dengan NPL yang menurun di Mei 2020. Hal ini menunjukkan potensi kembali menggeliatnya perekonomian Sumut ditopang dari sektor pertanian dan industri pengolahan, yang merupakan dua sektor pengguna kredit terbesar,” tutur Wiwiek Sisto Hidayat.

Sebaliknya, lanjut Wiwiek, sektor perdagangan dan konstruksi belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Meskipun demikian,  terdapat 23 Kabupaten/Kota yang memiliki pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit Sumut diikuti dengan NPL yang lebih rendah dibandingkan Sumut, yang dapat dijadikan indikasi awal masih baiknya aktivitas bisnis di sektor riil pada Mei 2020.

“Pertumbuhan kredit UMKM hingga Mei 2020 menunjukkan penurunan dan menyentuh kontraksi -1,9% (yoy), berbeda dengan kondisi kredit perbankan keseluruhan yang telah menunjukkan peningkatan. Kondisi ini mengindikasikan aktivitas bisnis UMKM di sektor riil yang terganggu,” ujarnya.

Disebutkannya, sektor akomodasi dan makanan/minuman (Akmamin) menjadi satu-satunya sektor yang tumbuh meningkat pada Mei 2020. Berbeda dengan path kredit secara umum, sektor lain menunjukkan penurunan kinerja tercermin dari perlambatan kredit dan NPL yang meningkat.

“Sebagai pusat ekonomi Sumut, mayoritas restrukturisasi kredit UMKM di Sumut tercatat berasal dari Medan (pangsanya 50% terhadap total restru kredit UMKM Sumut). Beberapa kabupaten di wilayah Dataran Tinggi (Dairi, Karo, Tapanuli Utara) serta Sibolga juga perlu diwaspadai mengingat pangsa restru kredit UMKM-nya cukup besar (35%-45%) dan pertumbuhan kredit restru UMKM-nya cukup tinggi (di atas pertumbuhan Sumut yaitu 35%, mtm), kendati pangsanya terhadap Sumut relatif kecil (di bawah 5%),” pungkasnya.

BACA JUGA  Inflasi di Sumut Tinggi, Dekati Batas Nasional

Ia mengatakan, berdasarkan pengajuan restru, pelaku UMKM di LU Akmamin paling terdampak Covid-19, tercermin oleh setengah dari total kredit UMKM yang direstrukturisasi.

“Sementara, LU Real Estate, Persewaan dan Jasa Perusahaan serta Transportasi Pergudangan dan Komunikasi perlu diwaspadai dengan cukup tingginya pertumbuhan kredit restru UMKM. Di sisi lain, LU Pertanian cukup potensial untuk kembali dikembangkan dengan pertumbuhan kredit restru yang relatif rendah,” ujarnya. (ts-20)

Loading...
loading...