Kemandirian Finansial Harus Didorong Sejak Dini

365
Focus Group Discussion (FGD) Simpanan Pelajar dengan tema “Mewujudkan One Student One Account (Satu Rekening Satu Pelajar)". Kegiatan digelar di Aula Balai Kota Tebing Tinggi.

tobasatu.com, Tebing Tinggi | Pemerintah Kota Tebing Tinggi menggelar Focus Group Discussion (FGD) Simpanan Pelajar dengan tema “Mewujudkan One Student One Account (Satu Rekening Satu Pelajar)”.

Kegiatan digelar di Aula Kantor Wali Kota Tebing Tinggi itu diikuti sejumlah perwakilan kepala sekolah se-Kota Tebing Tinggi mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK, Kamis (30/7/2020).

FGD dibuka langsung Wali Kota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM. Hadir disitu Deputi Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Andi M Yusuf, Direktur KPw Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Andi S. Wiyana, kepala Kantor Kementerian Agama, kepala Dinas Pendidikan, kepala Bagian Perekonomian dan unsur pengurus TPAKD Kota Tebing Tinggi.

Turut hadir sebagai narasumber, yakni perwakilan dari Bank Sumut, Bank Rakyat Indonesia dan Bank Mandiri, yang mensosialisasikan produk simpanan pelajar, dan beragam bentuk sinergi yang dapat dilakukan bersama antara perbankan dengan Pemerintah Daerah dan pihak sekolah.

Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyebutkan, kemandirian finansial sendiri bermakna memiliki kecakapan pengelolaan keuangan yang baik dan tidak bergantung pada orang lain.

“Tapi tentu saja, kemandirian finansial tidak terjadi begitu saja dan harus dimulai sedini mungkin,” kata Umar Zunaidi.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu langkah konkret untuk menuju kemandirian finansial yang baik, yakni dengan menanamkan karakter gemar menabung sejak usia dini.

Untuk itu, kata dia, hal ini membutuhkan partisipasi banyak pihak, mulai dari orang tua, sekolah, kementerian/lembaga dan stakeholdersterkait lainnya seperti lembaga jasa keuangan.

Dia melihat pentingnya kolaborasi bersama antara seluruh pihak dalam mendorong budaya menabung sejak dini.

“Ini untuk mempersiapkan generasi muda yang tumbuh memiliki kecakapan pengelolaan keuangan yang baik,dan mampu membuat skala prioritas kebutuhannya,” katanya.

BACA JUGA  Aset Tanah dan Bangunan Hibah dari Pemprov Sumut Dipergunakan untuk Penanggulangan Covid-19

Kolaborasi pemerintah dengan OJK dan Industri Jasa Keuangan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam mendidik generasi muda secara financial khususnya dalam gerakan ayo menabung diwujudkan dengan dikeluarkannya penerbitan surat edaran Wali Kota Tebing Tinggi. Hal itu untuk implementasi One Student One Account di Kota Tebing Tinggi, rapat koordinasi rutin dan rencana sosialisasi secara aktif dan massif kepada kepala sekolah dan juga pelajar.

Didasari hal tersebut, OJK Kantor Regional 5 Sumbagut berkomitmen untuk terus mendukung dan mendampingi implementasi program ini. OJK berharap agar semangat yang sama dapat tumbuh di seluruh daerah di Sumatera Utara.

“Sehingga cita-cita tentang generasi yang memiliki kecerdasan dan kemandirian finansial di masa depan, dapat terwujud,” kata Deputi Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumbagut Andi M Yusuf.

Disebutkannya, melalui keberadaan TPAKD yang sudah terbentuk di seluruh 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, hingga saat ini sudah 31 Kabupaten/kota yang telah menerbitkan surat edaran tentang implementasi program One Student One Account.

“Program ini diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Sumatera Utara,” kata Andi M Yusuf.

Kegiatan FGD ini dilaksanakan tetap dengan menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan, yakni memakai masker dan menerapkan physical distancing. Hal itu untuk mencegah penularan Covid-19 serta memberikan kenyamanan pada para peserta yang hadir agar tidak khawatir selama kegiatan berlangsung. (ts-20)

Loading...
loading...