PGN Komitmen Ikut Andil Pulihkan Perekonomian Nasional

375
Direktur Komersial PGN, Faris Aziz.

tobasatu.com, Medan | PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai  subholding gas di Indonesia, ikut andil dalam upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi. Meksi tak bisa dipungkiri, PGN juga industri pengguna gas terdampak signifikan, baik secara kinerja dan finansial.

Program-program yang dilaksanakan PGN untuk memberikan andil dan dukungan dalam pemulihan ekonomi nasional diantaranya implementasi Kepmen ESDM 13/2020. Kepmen ESDM 13/2020 itu diantaranya regasifikasi dan konversi PLTMD milik PLN di 52 lokasi dalam beberapa tahun ke depan.

Tugas PGN secara khusus adalah mempercepat pelaksanaan melalui Quick Win di 3 lokasi utama yaitu PLTMD Nias, Tanjung Selor dan Sorong. Hal ini disampaikan oleh Direktur Komersial PGN, Faris Aziz dalam diskusi publik yang diselenggarakan oleh Majelis Nasional KAHMI, Rabu (28/7/2020).

Diskusi secara daring tersebut membahas tentang peran BUMN sektor energi dan pertambangan dalam pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19. “PGN dan PLN harus bisa mengakselerasi proyek ini, sehingga bisa didapatkan sumber energi yang bisa dinikmati di wilayah-wilayah tersebut dengan harga yang bersaing. Ke depan, akan lebih banyak lagi pembangunan apabila Kepmen ESDM ini dapat terwujud, khususnya di wilayah Indonesia Tengah, Tenggara, dan Timur,” ujar Faris.

Selain itu, PGN juga berupaya memasok lebih banyak gas sebagai energi untuk pembangkit di refinery Pertamina melalui gasifikasi Kilang Pertamina. Refinery Pertamina bisa lebih efisien dalam mengelola kegiatan bisnisnya sehingga potensi demand di sana akan diupayakan sesegera mungkin.

“Ada 2 proyek utama yaitu tambahan pasokan di Kilang Refinery Unit VI Balongan dan Refinery IV Cilacap. Seiring dengan adanya RDMP Kilang Pertamina, terutama di Balikpapan, kami sudah melakukan persiapan untuk bisa memastikan ketersediaan tambahan pasokan, termasuk kerja sama dengan pemasoknya dari Pertamina Hulu, Mahakam, maupun Pertamina Hulu Indonesia,” jelas Faris.

BACA JUGA  PGN Gelar RUPSLB, Arcandra Tahar Ditetapkan Sebagai Komisaris Utama

Untuk pembangunan infrastruktur, diakuinya memang tidak mudah dilakukan di saa pandemic saat ini. Beberapa proyek infrastruktur yang sudah berjalan sebelum pandemi akan diselesaikan oleh PGN, seperti pembangunan jaringan pipa transmisi Gresik-Semarang.

Selain itu, PGN juga akan mencoba menyederhanakan pola supply dan melakukan integrasi jaringan pipa dari Sumatra ke Jawa. Hal itu dilakukan dengan menyambungkan pipa SSWJ (South Sumatera West Java) dengan pipa WJA (West Java Area).

“Kami melihat ini sebagai potensi yang bagus untuk bisa menekan biaya operasi PGN dengan menyambungkan 2 jaringan pipa besar ini. Dengan begitu, gas dari Sumatra akan lebih mudah disalurkan ke Jawa. Di Jawa bagian barat, potensi demandnya besar sehingga koneksi pipa ini, juga akan memudahkan pelanggan industri mendapatkan gas dengan harga yang kompetitif,” jelas Faris.

Secara keseluruhan, pengembangan ruas pipa transmisi oleh PGN mencapai 741 km. Faris berharap, proyek ini bisa berjalan tepat waktu, sehingga pada waktunya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas, termasu

 

“Berikutnya adalah program strategis jaringan rumah tangga (Jargas) yang akan dilaksanakan oleh PGN melalui program mandiri maupun APBN. Pemerintah menargetkan ± 4 juta sambungan gas rumah tangga dalam beberapa tahun ke depan. Salah satunya akan dilaksanakan oleh PGN dan subsidiary, sehingga rumah tangga dan pengusaha kecil bisa mendapatkan energi yang murah, yang juga bisa menekan subsidi impor gas pemerintah,” jelas Faris.

Andil PGN dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional berikutnya adalah PGN menjalankan penugasan dari pemerintah untuk penyediaan gas dengan harga khusus sebesar USD 6 per MMBTU untuk Pelanggan Industri Tertentu (Kepmen ESDM 89K/2020) dan Pembangkit Listrik PLN (Kepmen ESDM 91K/2020). Faris mengungkapkan bahwa sebagian besar pelanggan industri telah menikmati harga tersebut.

BACA JUGA  PGN Dukung Pemerintah Salurkan Gas Bumi ke Wisma Atlet Kemayoran

“Semangat dari Kepmen ESDM ini, dengan adanya harga gas yang lebih murah, maka sektor industri harus bisa tumbuh sebagai penggerak ekonomi nasional. PGN turut andil untuk mendukung program ini, dan mudah-mudahan dalam beberapa waktu ke depan industri tumbuh sehingga ada peningkatan penyerapan gas. Hal ini akan baik bagi PGN sendiri maupun industri penerima manfaat,” ujar Faris.

Berdasarkan perhitungan PGN, penyerapan gas periode bulan Juli – Desember 2020 bisa mencapai ± 240 BBTUD.

Faris menjelaskan bahwa bisnis migas adalah bisnis padat modal. PGN sebagai badan usaha di midstream, memerlukan keberlanjutan jangka panjang terhadap bisnis ini. Oleh karena itu, PGN tentu harus bisa mengelola take or pay dari pemasok hulu, sementara demand di hilir cenderung mengalami penurunan.

“Demand mengalami penurunan yang cukup tajam, khususnya di bulan April dan Mei 2020, yaitu sekitar 15%, sehingga PGN harus bisa menata kembali pengelolaan bisnis dan memastikan kehandalan infrastruktur yang ada,” ungkap Faris.

Meski sempat mengalami penurunan demand, Faris mengungkapkan bahwa supply gas untuk sektor-sektor industri pada bulan Juni 2020 sudah mulai meningkat. Pada periode Januari – Februari 2020, sebetulnya sudah lebih baik dari tahun 2019. (ts-20)

Loading...
loading...