LPA: Pembelajaran Sistem Daring Tak Efektif untuk Anak

384
Ketua LPA Sumut, Muniruddin Ritonga MH didampingi Ketua LPA Medan, Alihot Sinaga S.Sos usai melaksanakan Seminar Anak Online, di Puri Residance, Sabtu (1/8/2020).

tobasatu.com, Medan | Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Medan menerima banyak keluhan terkait pembelajaran sistem daring (online). Upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini dianggap tidak efektif karena berbagai hal, mulai dari penyerapan informasinya hingga sisi ekonomi.

Pembelajaran melalui berbagai platform seperti Whatsapp, email, google classroom, atau media lainnya ini dianggap tidak bisa diterima oleh semua pelajar. Banyak siswa mengeluh karena sulit menyerap isi pembelajaran secara utuh hingga biaya membeli paket data atau internet.

“Kemampuan setiap orang tidak bias disamaratakam. Kemudian sistem daring ini buat banyak anak juga orangtuanya kelabakan sehingga tidak terserap dengan baik, maka saya menganggap belajar online tidak efektif,” ujar Ketua LPA Sumut, Muniruddin Ritonga MH didampingi Ketua LPA Medan, Alihot Sinaga S.Sos usai melaksanakan Seminar Anak Online, di Puri Residance, Sabtu (1/8/2020).

Seminar bertema Keteladanan Pemimpin dan Pembentukan Karakter Anak ini diikuti belasan orang perwakilan LPA di kecamatan dan juga peserta lainnya secara daring. Seminar ini diharap memberikan solusi bagi pendidikan anak saat ini, dan menjadi masukan bagi para pemimpin di Sumut, khususnya Kota Medan.

“Masalah ini jangan sampai diabaikan, jangan sampai anak tidak mencicipi pendidikan yang baik karena pada dasarnya saat memberikan pemahaman anak juga butuh sentuhan,” katanya.

Pihaknya menyarankan agar tatap muka kembali dilakukan khusunya di zona hijau dan tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang diinisiasi oleh sekolah terkait dan difasilitasi pemerintah agar berjalan dengan lebih baik.

“Saya tidak mau membahas soal anggaran,tapi harapan kami pemimpin di Medan, khususnya nanti yang akan terpilih punya sikap peduli, sehingga juga menjadi teladan bagi para pelajar kita,” katanya.

Hal sama juga disampaikan oleh Alihot. Disampaikannya, acara ini sebagai masukan kepada para tim di kecamatan mencari jalan keluar mencapai tujuan seperti tema acara. “Nanti dari kecamatan lanjut ikut adakan Musrembang membahas bagimana masalah-masalah anak ini bias tersampaikan dan mendapat perhatian dari pemimpin di Medan,” katanya.

Diskusi perdana yang digelar pengurusan baru ini akan dilanjutkan dengan tema-tema lain terkait permasalahan anak.

Hadir dalam acara Dekan Fakultas Hukum Unika ST Thomas Medan, Prof Dr Maidin Gultom dan Dosen Pascasarjana UIN Sumut, Dr Nishful Khairi sebagai pembicara. (ts-20)

Loading...
loading...