Lama Diburon, Terpidana Kasus Narkoba Dibekuk Saat Tidur di Kebun Sawit

6637

tobasatu.com, Labuhanbatu |  alias pak Erik (39)  diringkus personel Satres Narkoba Polres Labuhanbatu, Senin (3/8/2020) sekira pukul 02.00 WIB. Ia masuk daftar pencarian orang (DPO).

Pria yang menetap di Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labura ini diamankan saat tidur pulas di Kebun Afdeling III PTPN III, Pulo Mandi, Kabupaten Asahan.

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat melalui Kasatres Narkoba AKP Martualesi Sitepu, menerangkan, Pak Erik ini masuk  DPO Satnarkoba setelah adanya permintaan bantuan penangkapan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Kumaedi kepada Kapolres Labuhanbatu. “Masuk DPO setelah adanya permintaan bantuan sejak tanggal 12 Juni 2020 untuk melaksanakan putusan MA tanggal 6 Januari 2016,” katanya.

Martualesi menyebutkan, MA memutuskan ES secara sah bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan satu, bukan taneman dengan vonis 4 tahun dan denda sebesar Rp800 juta dengan ketentuan, apabila denda tersebut maka diganti dengan pidana penjara 4 bulan.

“Jadi terpidana ini dulunya divonis bebas di PN Rantau Parapat, sehingga oleh JPU mengajukan kasasi,” sebutnya.

Awalnya, Pak Erik ditangkap Satnarkoba pada 11 Desember 2013 di Dusun III Parit Minyak, Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labura dengan barang bukti 3 plastik klip berisi narkotika sabu berat 0,7 gram, 323 plastik klip kosong, 2 unit handpone, 1 buah mancis, 2 buah kaca pirek, dan 1 buah sekop.

Ditambahkan mantan Kasat Narkoba Polres Sergai ini lagi, setelah mendapat perintah dan permintaan bantuan, pihaknya pun langsung melakukan pencarian sejak 12 Juni 2020 lemarin. “Setelah kita buron,  ia berhasil kita ringkus. Pencarian terhadap terpidana ini untuk menjaga marwah penegak hukum agar kewibawaan hukum dirasakan oleh masayarakat, sehingga salah satu tujuan penghukuman yaitu memberikan efek jera dapat menjadi edukasi kepada masyarakat sehingga rasa aman dan tertib tetap terjaga ditengah tengah masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu dalam pemeriksaan, ES mengakui kalau dirinya divonis bebas tahun 2014 dan merantau ke Lampung dengan bekerja serabutan. Namun sejak mewabahnya virus corona ia kembali. Dalam 2 bulan terakhir dia mengetahui dicari petugas sehingga terpidana ini dalam pelarian dan berusaha menghindari dari tangkapan petugas. Bapak lima orang anak ini merasa menyesal dan pernah menyatakan kepada istrinya untuk berniat menyerahkan diri. Nmun oleh isterinya menyatakan kalau ia menyerahkan diri bagaimana istrinya akan menyekolahkan anak-anak mereka. Saat ini terpidana masih diperiksa di Satarkoba untuk selanjutnya dilimpahkan ke eksekutor JPU Rantau Prapat. (ts05)

Loading...
loading...