Empat Pria BNN Gadungan Dibekuk, Korban Dijebak Saat Transaksi Tembakau Gorila

359

tobasatu.com, Jakarta | Tim Gabungan Pemberantasan BNN RI telah menangkap pelaku tindak pidana yang mengaku sebagai oknum petugas dari BNN RI yang dilakukan oleh 4 (empat) orang. Komplotan ini kerap bermodus menangkap pelaku penyalahguna narkotika jenis tembakau gorilla yang dijebak terlebih dulu.

Korban yakni Atalah dan Rafhi. Keduanya diancam akan diproses perkaranya bila permintaan komplotan ini tidak dipenuhi.

Menurut Karo Humas dan Protokol BNN RI Sulistyo Pudjo Hartono, SIK, M.Si keempatnya diamankan di Cawan, Selasa (4/8). Keempat pelaku tersebut berjenis kelamin laki-laki atas nama ACA alias Adis (31), OYO alias DK (34), MR alias IM (29) dan LUC (20).

Barang bukti yang diamankan daru keempat pelaku adalah 4 handphone, kartu ATM Debit Bank BRI Britama, kartu tanda anggota Intel 08 Korem 051/WKT Cikarang, 3 Tanda Kewenangan BNN (lencana BNN), 2 borgol, air soft gun jenis pistol beserta gas CO dan 18 butir peluru (Gotri), mobil Inova dengan nomor B 1394 EYE warna hitam metalik beserta STNK an. ROH dan kunci kontak (sebagai kendaraan opsnal), epeda motor Honda Beat warna putih-hijau, dengan nomor polisi B 3568 SFC beserta STNK an. MRY dan kunci kontak (sebagai kendaraan opsnal digunakan dalam bertransaksi dengan pembeli), uang tunai Rp650 ribu, akun Instagram pelaku yang digunakan untuk berjualan narkotika jenis tembako gorilla.

Kepada awak media, Sulistyo Pudjo menyampaikan penangkapan dilakukan dari adanya laporan pengaduan masyarakat yang diterima petugas BNN RI tentang sekelompok laki-laki yang mengaku sebagai petugas BNN RI yang melakukan pemerasan kepada keluarga korban.
Kemudian dengan adanya informasi tersebut Tim Pemberantasan BNN RI menindaklanjuti informasi tersebut guna melakukan pengungkapan dan menangkap para pelaku.

BACA JUGA  Razia BNNK Tanjungbalai, 12 Orang Dinyatakan Positif Narkoba

Pada hari Selasa (4/8/2020) sekitar jam 20.00 Wib, Tim Pemberantasan BNN RI yang dipimpin oleh KBP Albert Deddy langsung menuju lokasi persembunyian pelaku DK dan komplotannya di Kelurahan Jagakarsa Ciganjur.

Modus operandi yang dilakukan oleh kelompok ini adalah dengan cara pelaku membeli tembakau gorilla via Instagram sebanyak 3 ons. Selanjutnya diedarkan sebagai umpan juga melalui akun instagram yang dibuat para pelaku. “Setelah ada yang memesan kemudian mereka bertransaksi langsung di tempat yang telah ditentukan,” bebernya.

Untuk pelaku LUC, berperan sebagai bandar. Saat bertransaksi itulah tiba-tiba ditangkap oleh komplotan ini. Ketika penggeledahan dengan sengaja komplotan ini menaruh satu plastik kecil tembakau sintetis. Kemudian menuduh bahwa barang itu adalah milik kedua korban. Kedua korban ditangkap dan diborgol lalu dimasukkan ke mobil dan dibawa jalan keliling kota Jakarta.

“Komplotan pelaku ini telah menjalankan aksinya terhitung sejak Juli 2020 sudah dilakukan sebanyak 2 kali. Pertama sekitar pertengahan Juli dan kedua tanggal 03 Agustus 2020,” jelasnya.

Sulistyo melanjutkan komplotan ini dibawa ke Kantor BNN RI untuk dilakukan interogasi. Selanjutnya akan diserahkan perkaranya ke Polresta Kota Depok untuk dilakukan proses penyidikan. (ts04/rel)

Loading...
loading...