Harga Pangan Merangkak Naik Akibat Erupsi Sinabung

375
Ilustrasi pasar tradisional. (tobasatu.com).

tobasatu.com, Medan | Harga sejumlah komoditas pangan di Kota Medan mulai naik pasca erupsi Gunung Sinabung. Kenaikan harga terpantau terjadi pada buah  dan sayur-sayuran yang berasal dari Kabupaten Karo.

Hal ini diakui oleh pemilik rumah makan di Jalan Seksama, Uan. Katanya harga sejumlah komoditas pangan asal tanah Karo naik di Pasar Simpang Limun juga Pajak MMTC Pancing.

“Harga buah yang paling terasa, terong belanda Rp22.000/kg dari sebelumnya hanya Rp14.000/kg. Terus buah naga Rp28.000/kg dari biasanya hanya Rp22.000/kg, dan jeruk peras biasanya Rp6000/kg jadi Rp8000/kg,” ujarnya.

Sementara itu, untuk harga cabai merah, bawang merah, tomat masih terpantau stabil. 

Melihat kenaikan ini, Ketua Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan pihaknya juga melihat ada tren kenaikan harga sejumlah kebutuhan.

“Dari pantauan di lapangan hari ini, harga sayuran kol naik dari Rp700/kg di tingkat pedagang besar, saat ini dijual kisaran Rp1200/kg. Brokoli semula berkisar Rp2000/kg, saat ini dijual Rp6000/kg dan sawi putih dari Rp1200/kg menjadi Rp1800/kg,” ujarnya.

Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut belum bisa dipastikan sampai kapan bertahan.  Tetapi yang perlu diwaspadai adalah harga tomat karena debu vulkanik bisa memicu terjadinya kerontokan.

“Sejauh ini debu vulkanik itu menutupi sejumlah kecamatan penghasil tomat. Diantaranya kecamatan namanteran, kuta rayat, simpang empat hingga ke arah berastagi. Nah kebanyakan petani tomat yang ada di situ dikuatirkan akan berpeluang mengalami kegagalan,” katanya.

Sementara harga cabai diperkirakan tidak akan mengalami kenaikan karena masih ada stok cabai dari jawa.

“Semua sangat bergantung pada perkembangan erupsi itu sendiri,” katanya. (ts-20)

BACA JUGA  Gunung Sinabung Kembali Semburkan Abu Vulkanik
Loading...
loading...