Meski Pandemi Covid-19, Jagung Manis Sumut Laris di Pasar Global

365
Jagung manis asal Sumut laris manis di pasar global.

tobasatu.com, Medan | Tanaman pangan asal Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berupa jagung manis laris di pasar global. Tahun ini, volume ekspor jagung manis mencapai nilai Rp1,2 Miliar.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan mengapresiasi pelaku usaha di sub sektor ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul, Senin (10/8/2020).

Ia mengatakan permohonan sertifikasi untuk ekspor jagung manis di Karantina Pertanian Belawan tercatat meningkat.  Selama semester I tahun 2020 sebanyak 111 ton dengan nilai ekonomis Rp 1,2 miliar. Sedangkan selama tahun 2019 tercatat hanya 91 ton dengan nilai ekonomis  Rp892 juta saja.

“Ekspor komoditas jagung manis asal Sumut ini menunjukkan hasil menggembirakan dari tahun ke tahun karena laris di pasar global, terutama pada kondisi ekonomi yang melemah akibat wabah pandemi,” ungkapnya.

Dikatakannya, untuk memastikan produk pertanian dapat diterima di negara tujuan, secara rutin Karantina Pertanian Belawan memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, SPS Measure, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan ekspor.

“Jagung manis ini banyak dibudidayakan petani jagung di Kabupaten Karo,  Simalungun, Deli Serdang, Langkat dan Dairi. Biasanya diekspor dalam bentuk beku (Frozen Sweet Corn) dan digunakan di negara tujuan ekspor sebagai bahan baku industri pangan. Sedangkan negara yang rutin sebagai tujuan ekspor adalah Singapura, Malaysia dan Jepang,” pungkasnya.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil, menjelaskan produk lokal yang sudah memiliki pasar ekspor harus didorong.

“Kedepan harusnya sudah dalam bentuk ekstrak jagung, pasta atau bahkan dalam bentuk jadi.  Sehingga bisa memberi nilai tambah,” kata Jamil.

Dikatakannya, Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) menaruh perhatian khusus untuk hilirisasi industri produk pertanian. Selain deregulasi aturan untuk mendorong  iklim investasi yang dilakukan pemerintah, penyaluran pembiayaan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus digencarkan.

“Saatnya kita melangkah lebih cepat, silahkan manfaatkan fasilitas ini. Harapannya dengan adanya hilirasi produk makin tinggi nilainya dan makin laris di pasar dunia,” pungkasnya. (ts-02)

BACA JUGA  Tak Hanya Imbauan, Pemko Perlu Lakukan Langkah Konkret Cegah Virus Corona
Loading...
loading...