Mulai Besok, Masuk ke Nias Cukup Tunjukkan Hasil Rapid Test

387
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat menerima audiensi Ketua Forum Kepala Daerah se-Kepulauan Nias, yang juga Bupati Nias Utara Haogosochi Hulu, di rumah dinas Gubernur Sumut, di Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Senin (19/10/2020).

tobasatu.com, Medan | Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi akan mencabut kebijakan penyekatan Kepuluan Nias mulai besok, Selasa (20/10/2020). Hal ini menyusul membaiknya penanganan Covid-19 di daerah tersebut.

Menurut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, karena kondisi penyebaran Covid-19 di Nias semakin membaik, maka penanganannya yang semula diambil alih Satgas Provinsi Sumut, kini dikembalikan ke Satgas kabupaten/kota yang ada di Nias.

“Kalau kita lakukan dengan benar, Insya Allah akan selesai masalah Covid-19 di Kepulauan Nias. Penanganan pun tetap berlanjut dengan dilakukan oleh Satgas masing-masing kabupaten/kota,” ujar gubernur saat menerima audiensi Ketua Forum Kepala Daerah se-Kepulauan Nias, yang juga Bupati Nias Utara Haogosochi Hulu, di rumah dinas Gubernur Sumut, di Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Senin (19/10/2020).

Turut hadir dalam kesempatan itu Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Nias Selatan Ria Telaumbanua dan Plt Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis.

Plt Kepala BPBD Sumut Riadil Lubis menjelaskan, bahwa ada beberapa hal yang berubah setelah penanganan Covid-19 dialihkan ke Satgas kabupaten/kota. Antara lain, selama ini jika ingin masuk ke Kepulauan Nias harus dengan menunjukkan hasil swab negatif, maka setelah tanggal 20 Oktober 2020, setiap orang yang ingin masuk ke Nias cukup menunjukan hasil negatif (non reaktif) dari rapid test.

“Hal itu sesuai dengan surat edaran Menteri Perhubungan, untuk masuk ke Nias cukup menunjukkan hasil negatif rapid test,” katanya.

Terkait isolasi terpusat, Riadil mengatakan tetap dilanjutkan, namun  yang selama ini isolasi dilakukan di sembilan hotel, diturunkan menjadi lima hotel dan pembiayaanya masih ditanggung oleh Satgas Provinsi, termasuk juga operasional dari tenaga kesehatan (Nakes).

Menurut Riadil, hingga saat ini banyak kemajuan yang sudah dicapai, salah satunya adalah di Kepulauan Nias sudah memiliki laboratorium swab sendiri.

BACA JUGA  Medan Utara Masuk Kategori Rendah Penyebaran Covid-19

“Untuk laboratorium swab, sekarang kita memanfaatkan Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli, jadi tidak lagi dikirim ke Laboratorium Fakultas Kedokteran USU di Medan,” ujarnya.

Saat ini sudah dilakukan swab kepada 3.150 orang, dari rencana 2.000 orang yang diswab.

“Artinya kita telah melampaui target awal,” tambahnya.

Ketua Forum Kepala Daerah se-Kepulauan Nias, yang juga Bupati Nias Utara Haogosochi Hulu juga mengapresiasi atas membaiknya keadaan Kepulauan Nias. “Ekonomi pun berjalan, dengan dilonggarkanya pendatang yang masuk ke Kepulauan Nias cukup menunjukan hasil negatif rapid test, namun itu pun harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Haogosochi juga menyampaikan, untuk menjaga keselamatan anak sekolah, seluruh sekolah mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA baru boleh melakukan sekolah tatap muka setelah tanggal 31 Desember 2020. (ts-02)

Loading...
loading...