Tangkap Bandar Narkoba di Torgamba, Polisi 2 Jam Terkepung, Diancam Samurai

6692

tobasatu.com, Labuhanbatu Selatan | Penangkapan bandar narkoba yang dilakukan personel Satnarkoba Polres Lanuhanbatu diwarnai suasana mencekam. Petugas 2 jam dikepung oleh kerabat tersangka yang saat itu mengancam menggunakan samurai.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan melalui Kasat Narkoba AKP Martualesi Sitepu, mengatakan penangkapan ini menindaklanjuti informasi dari Gerakan Masyarakat Labuhanbatu Selatan Perangi Narkoba (GM LSPN). Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, memerintahkan jajarannya dipimpin Kasat Narkoba dan para Kapolsek di jajaran Labusel mulai dari Kampung Rakyat, Kota Pinang, Silangkitang, Sei Kanan dan Torgamba, bersinergi memberantas peredaran narkoba di Wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Pada Sabtu (17/10/2020), personel Satnarkoba Polres Labuhanbatu dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu, Kanit Idik I Ipda Sarwedi Manurung, Katim Aiptu Sasterawan Ginting dan anggota menangkap bandar narkoba yang sudah menjadi target operasi berinisial EPS als Tonggek (30). Tonggek saat iru mengendarai mobil dan melintasi Dusun Asahan.

Saat akan ditangkap Tonggek mencoba melakukan perlawanan. Terjadi pergumulan antara etugas dengan Tonggek setelah turun dari mobilnya

Penangkapann Tonggek diawali dari petugas menciduk kaki tangannya berinisial IA (44) pada Sabtu (17/10/2020) sekira pkl 18.00 WIB. IA dibekuk saat mengendarai sepeda motor Yamaha FU di pinggir Jalinsum Torgamba, Desa Aek Batu, Kec Torgamba, Kab Labuhanbatu Selatan.

Adapun barang bukti yang berhasil disita dari IA yaitu 1 plastik klip berisi sabu 5,43 gram, 1 kotak rokok, 1 ponsel dan 1 sepeda motor Suzuki Satria FU warna hitam.

IA mengaku sabu didapat dari Tonggek. Hingga akhirnya penangkapan terhadap Tonggek dilakukan petugas. Pengembangan dilakukan dengan penggeledahan di salah satu gubuk diduga tempat Tonggek menyimpan sabu. Di lokasi ini didapati 1 kaca pirex berisi sabu seberat 1,61 gram, 1 ponsel, 1 sendok sabu dan 1 alat isap sabu.

BACA JUGA  Perang Terhadap Narkoba, Polres Asahan Rebus 2,3 Kg Sabu 

Selanjutnya ketika personel akan melakukan pengembangan ke kediaman Tonggek di Dusun Asahan, Desa Aek Batu, Kec Torgamba, Labusel terjadi perlawanan dari pihak keluarga dan mencoba menghalang-halangi petugas. Slah seorang adek Tonggek berinisial PFS (18), mengacungkan samurai sepanjang 1,20 meter berwarna silver gagang biru sambil mengancam personel. “Kalian lepaskan abangku, kalau tidak, kubacok kalian semua,” katanya kala itu.

Berkat bantuan personel Polsek Torgamba, akhirnya EPS dan IA serta barang bukti diamankan ke Satnrkoba. Sementara PFS ditangkap dalam kamar di rumah mertuanya di Dusun Sigambal 2 PT Milani, Kel Pinang Awan, Kec Torgamba Labusel, saat sedang masih tertudur.

Dari hasil pemeriksaan, Tonggek mengaku sudah 5 tahun bisnis sabu. Ia bisa menjual 5 gram sabh setiap harinya dengan keuntungan sekitar Rp1 juta setiap 5 gramnya. “Saat ini tersangka EPS masih dalam proses pengembangan karena sudah menjadi target. Terhadap ESP dan IA dipersangkakan melanggar pasal 114 Sub 112 UU RI NO. 35/2009 tentang Narkotika. Sedangkan PFS dipersangkakan melanggar Pasal 335 Ayat 2 YO 212 KUHPidana,” ujar Kapolres.

AKBP Deni Kurniawan menyampaikan bahwa pengungkapan ini adalah bentuk komitmen Polres Labuhanbatu memberantas dan menekan peredaran narkoba di Labuhanbatu Raya hingga ke Labusel. “Walau hampir 2 Jam anggota dikepung, tetapi berhasil menangkap tersangka dan pelaku pengancaman,” bebernya. (ts05)

Loading...
loading...