Program Pemutihan PKB dan BBNKB, Pendapatan UPT Samsat Kisaran Naik 30 Persen

895
Kepala UPT Samsat Kisaran, Bayu Sogara Siregar.

tobasatu.com, Asahan | Program pemutihan berupa keringanan sanksi administratif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kenderaan Bermotor (BBN-KB) yang berlangsung sejak Senin (19/10/2020) lalu dinilai sangat mempengaruhi para wajib pajak pemilik di Kabupaten Asahan.

Berdasarkan pantauan di kantor UPT Samsat Kisaran, masyarakat yang hadir untuk membayar PKB atau BBN-KB kenderaannya belum menimbulkan antrian panjang.

Kepala UPT Samsat Kisaran, Bayu Sogara Siregar menjelaskan, sejak berlakunya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 45 tahun 2020 tentang Keringanan Sanksi Administratif PKB dan BBNKB, terjadi kenaikan pendapatan dari pemilik kendaraan yang membayar pajak sebesar 30 % dari biasanya.

“Ada kenaikan sih, tapi tidak sesignifikan seperti tahun lalu. Menurut saya, banyak wajib pajak berfikir, jika BBN Kenderaan (BBNKB) gratis, sementara di dalam program stimulus yang sekarang hanya denda BBN yang digratiskan. Tapi itu pun tetap berpengaruh, sejak adanya program tersebut, ada peningkatan sekitar 30 persen,” ungkapnya, Selasa (27/10/2020) saat ditemui di ruang kerjanya.

Dirinya menjelaskan, sejak kebijakan tersebut berjalan, rata-rata pendapatan di UPT Samsat Kisaran seperti dari PKB dan BBNKB mengalami peningkatan berkisar antara Rp 300 juta perhari nya.

“Jika tidak, UPT Samsat Kisaran akan memperoleh pendapatan dari pajak kenderaan sebesar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta perhari nya,” jelasnya.

Sebenarnya, lanjut Bayu, pendapatan tersebut mengalami penurunan setelah adanya Covid-19.

“Sebelum adanya covid-19, pendapatan dari pajak kenderaan bisa mencapai Rp 250 juta sampai Rp 300 juta perhari nya. Masa pandemi covid-19 seperti saat ini turut mempengaruhi pendapatan,” tegasnya.

Dalam hal ini, dirinya juga berharap kepada masyarakat yang ada di seluruh Kabupaten Asahan bisa memanfaatkan program stimulus yang dinilai akan berlangsung hingga 14 November 2020 mendatang.

“Sebab, kebijakan ini bertujuan untuk meringankan masyarakat yang memiliki tunggakan pajak kenderaan, apalagi ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Program Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara ini dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan tunggakan pajak kendaraan bermotor,” harapnya.

Kepala UPT Samsat Kisaran juga menambahkan, meskipun terjadi sedikit peningkatan, UPT Samsat Kisaran tetap memberlakukan protokol kesehatan kepada seluruh wajib pajak yang datang, mulai dari mengecek suhu tubuh, serta mengatur jarak duduk yang masyarakat yang mengantri di loket pembayaran sembari menunggu panggilan petugas. (ts-21)

Loading...
loading...