Saling Sindir Bobby dan Akhyar Soal Penanganan Pandemi Covid-19

741
KPU Kota Medan menggelar debat kandidat putaran pertama Pilkada Kota Medan, Sabtu (7/11/2020).

tobasatu.com, Medan | Dua pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yakni paslon nomor urut 1 Akhyar Nasution – Salman Alfarisi, dan paslon nomor urut 2 Bobby Nasution – Aulia Rahman mengikuti debat kandidat putaran pertama yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan.

Debat kandidat itu disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi INews TV dari Hotel Grand Mercure, Medan, Sabtu (7/11/2020).

Salah satu materi yang dibahas adalah mengenai penanganan pandemi Covid-19 dan pasca pandemi. Moderator Rudianto dan Febrina Permata masing-masing mempertanyakan kiat kedua paslon dalam menangani Covid-19.

Kesempatan pertama diberikan kepada paslon nomor urut 2, Bobby Nasution. Yang menjawab Pandemi Covid-19 membuat semua sektor menjadi terimbas dan terpuruk, terutama adalah sektor Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

Karena itu menurut menantu Presiden Jokowi itu, jika nanti mereka terpilih sebagai Wali Kota Medan, hal pertama yang akan diselamatkan adalah pelaku UMKM, dengan memberlakukan digitalisasi terhadap UMKM.

“Sektor UMKM merupakan sektor yang paling terdampak dari pandemi Covid-19. Nantinya UMKM akan dikenalkan dengan digitalisasi, bagaimana agar handphone bisa menjadi sumber pendapatan,” tutur Bobby Nasution, yang dalam kesempatan itu tampil kompak bersama wakilnya Aulia mengenakan busana serba casual.

Wakil Bobby, Aulia Rahman menambahkan, pihaknya akan melakukan pendataan ulang jumlah penerima bantuan bansos, karena selama ini pendistribusian bansos  dari Pemko Medan cenderung tidak merata.  Selain itu dia juga menyatakan birokrasi harus dipangkas agar investor banyak yang masuk sehingga pemulihan ekonomi pasca corona bisa lebih cepat dilakukan.

Sementara saat mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan yang sama, paslon nomor urut 1 Akhyar Nasution yang merupakan calon petahana, menilai sistem digitalisasi yang diusung Bobby bukanlah hal baru.

BACA JUGA  Ketika ‘REDI’ dan ‘BENAR’ Berdebat Soal Pembangunan Kota Medan

Saat dirinya menjabat sebagai Plt Wali Kota Medan, dia sudah memberlakukan sistem digitalisasi terhadap pelaku UMKM.

Disebutkannya, di sekitaran bulan Juli 2020, sentra UMKM di kawasan Jalan Bromo Medan, penjahit masker tumbuh dan berkembang dengan subur. “Mereka ini memasarkan hasil produksi mereka hingga ke Pulau Jawa. Saat ditanya bagaimana mereka bisa mendapat pesanan segitu banyak dari luar daerah, pedagang bilang ini kan sudah sistem online pak, apalagi saat pandemi seperti ini. Jadi sistem digitalisasi ini bukan barang baru,” sebut Akhyar.

Demikian pula sistem start up yang digaungkan Bobby, menurutnya juga sudah sejak lama diberlakukan yakni dengan adanya “Raja Sayur” dimana pembeli bisa membeli sayur-sayuran secara online.

Dalam debat kandidat itu, dua pasangan calon juga mendapatkan pertanyaan mengenai strategi meningkatkan kesejahteraan rakyat, strategi meningkatkan pengamanan di Kota Medan mengingat saat pandemi Covid-19 kejahatan cenderung meningkat, serta strategi kedua paslon dalam memberantas peredaran narkoba.

Sebelumnya, saat pembukaan acara debat kandidat, Ketua KPU Kota Medan, Agusyah Damanik menyampaikan, bahwa pada debat nantinya pasangan calon akan menyampaikan gagasan, program kerja serta ide-ide untuk membangun Kota Medan.

“Nanti pasangan calon diberikan waktu yang sama untuk menyampaikan visi misi, memaparkan gagasan sesuai dengan tema yang telah ditentukan,” ujarnya.

Debat kandidat yang juga ditayangkan langsung melalui Facebook KPU Kota Medan, Youtube Humas KPU Kota Medan tersebut juga diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menilai dan menentukan pilihan saat hari pemungutan suara nanti.

“Masyarakat dapat menilai serangkaian debat ini dari awal sampai selesai, sehingga masyarakat bisa menentukan Paslon mana yang terbaik, yang tepat untuk dipilih pada hari pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020 nanti,” tutur Agussyah Damanik. (ts-02)

BACA JUGA  PDI Perjuangan Medan Ikuti Verifikasi Parpol di KPU