Penyelenggaraan Pesta Pernikahan di Tengah Pandemi Harus Patuhi Prokol Kesehatan

607
Juru bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Pemko Medan dr Mardohar Tambunan M.Kes.

tobasatu.com, Medan | Penyelenggaraan Pesta Pernikahan di Kota Medan mulai terlihat dilakukan masyarakat di tengah pandemi Covid-19,  seiring menurunnya angka penyebaran Covid-19 di daerah ini.

Menurut Juru bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Pemko Medan dr Mardohar Tambunan MKes penyelenggaraan Pesta Pernikahan di tengah Pandemi Covid-19 sudah  diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) No.27/2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan harus mengikuti Protoko Kesehatan (Prokes).

“Untuk penyelenggaraan pesta pernikahan tetap berpedoman pada aturan dalam Perwal, yakni harus tetap mengedepankan protokol kesehatan dan tidak dibenarkan mengumpulkan massa dalam jumlah besar.

Artinya, tamu yang diundang akan dibatasi hingga seratusan orang dan diatur jaraknya serta penerapan 3M tetap diberlakukan,” tutur dr.Mardohar,” Jumat (12/11/2020) saat jumpa pers di Posko Satgas Covid-19 Jalan Rotan Proyek Petisah Medan.

Mardohar yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan ini menambahkan, kasus Covid-19 di Kota Medan belum usai. Penanganan virus Corona ini butuh kesadaran warga yang tinggi serta disiplin yang kuat terhadap 3M.

Untuk Kota Medan sendiri, meski masih berada di zona merah namun tingkat kesadaran warganya untuk disiplin dalam menerapkan 3M semakin membaik.

Artinya, banyak warga yang sudah mulai sadar memakai masker saat beraktifitas, mencuci tangan pakai sabun atau handsanitizer dengan air mengalir dan menjaga jarak.

“Kita patut apresiasi hal ini karena memang kita harapkan kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap displin protokol kesehatan yang bisa menurunkan tingkat penularan pandemi Covid-19,” papar dr Mardohar.

Jubir Satgas Covid-19 Kota Medan ini menekankan peran kepala lingkungan (Kepling) sangat urgen dalam melakukan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan Covid-19 kepada warga.

“Gugus tugas sudah memiliki kebijakan untuk menggerakan Kepling karena mereka lah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” jelasnya.

Dalam paparannya dr Mardohar juga menyinggung sistem belajar dalam jaringan (Daring) yang masih diberlakukan di Kota Medan.

“Kita sudah dapat laporan dari Dinas Pendidikan Kota Medan bahwa proses belajar mengajar dilaksanakan dengan Daring. Hal ini ini juga sudah diatur dalam Perwal. Kita belum tahu sampai kapan proses belajar Daring ini diganti dengan tatap muka.

Hanya saja dari Satgas Covid-19 Kota Medan telah membuat aturan bahwa belajar tatap muka dibolehkan jika di daerah tersebut tingkat kematian atau pasien meninggal karena Covid-19 berada di angka nol persen,” pungkas dokter yang sehari-harinya bertugas di Dinas Kesehatan Kota Medan ini.

Diketahui, untuk data terakhir jumlah kasus Covid-19 di Kota Medan terdapat jumlah kasus konfirmasi sebanyak 7105 dengan pasien sembuh meningkat sebanyak 31 orang yakni 5609 dan pasien meninggal sebanyak 308 orang. (ts-02)

Loading...
loading...