Jamaah Masjid At – Taqwa dan Warga Hamparan Perak Tutup Paksa Permainan Judi Biliar

519
Warga membuang meja biliar di Jalan Raya Hamparan Perak.(foto : ist).

tobasatu.com, Deli Serdang I Sejumlah warga bersama jamaah Masjid Jamik At-Taqwa di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, mengamuk sewaktu melakukan penutupan paksa lokasi permainan biliar yang dijadikan berjudi.

Kedatangan sejumlah warga bersama jamaah tersebut ditengarai geram karena lokasi permainan biliar dengan berjudi milik seorang warga bernama Puput secara terang-terangan tetap buka meskipun di tengah situasi Covid-19.

Sewaktu penutupan paksa lokasi permainan biliar yang berada di Jalan Titi Payung Desa Klambir, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara (Sumut) ini, para warga dan jamaah sempat beradu mulut hingga saling dorong dengan pemilik yang merasa tidak terima tempatnya diusik.

Meski demikian, tak menciutkan nyali para warga dan jamaah Masjid yang melakukan penggerebekan tempat perjudian yang disebut-sebut dilindungi oleh oknum aparat penegak hukum.

Menurut pengakuan seorang warga, Wandi (45) lokasi perjudian tersebut sangat meresahkan dan cenderung ada pembiaran dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Hamparan Perak, jajaran Polres Pelabuhan Belawan.

Warga membuang meja bilyar di jalan Hamparan Perak dan terlihat petugas Polisi bejaga-jaga di lokasi kejadian.(foto : ist)

“Masyarakat sudah resah dengan adanya perjudian di lokasi yang dimaksud. Ditambah lagi, sebelumnya sudah ada kesepakatan antara pemilik Puput dengan warga dan jamaah agar mengosongkan aktivitas permainan biliar dari lokasi dengan dituangkan surat dari Kades Desa Klambir, Bustami. Akan tetapi, hal tersebut tak diindahkan seakan menganggap hanya kiasan belaka. Oleh sebabnya, dilakukan penutupan paksa,” ujarnya.

Atas penutupan paksa ini, kata Wandi ia bersama warga lainya serta jamaah berharap pemilik lokasi permainan biliar dengan bejudi tidak membuka kembali geliat binis haramnya.

“Kita minta pemilik dapat menutup permainan biliar yang terkandung untuk dijadikan perjudian. Bila masih buka, tidak menutup kemungkinan warga akan datang kembali dengan jumlah massa yang banyak,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut terlihat aparat Kepolisian berada di lokasi kejadian berjaga-jaga, agar tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.(ts – 14)

Loading...
loading...