Pedagang Pasar Sukaramai Yakin Cuma Bobby Nasution yang Bisa Bawa Perubahan

418

tobasatu.com, Medan | Pascadibangun ulang pada 2014, sampai kini gedung Pasar Sukaramai di Jalan AR Hakim/Jalan Sutrisno tidak diresmikan. Kondisi kian miris karena banyak kios di gedung yang punya tiga lantai it ditinggal kosong oleh pedagang lantaran tak banyak pembeli datang.

Temuan itu didapat oleh Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution ketika blusukan ke Pasar Sukaramai, Selasa (1/12). Pada kunjungan ini, Bobby didampingi oleh aktor senior/tokoh nasional Deddy Mizwar, Ketua Relawan Bobby Nasution (Re-Born) Suwarno dan tokoh pedagang Pasar Sukaramai Kamaluddin Tanjung.

Seperti diketahui, masalah Pasar Tradisional Suka Ramai tak kunjung beres diselesaikan wali kota Medan terdahulu. Gedung dibangun, tetapi pedagang ogah berjualan di dalam gedung. Bagaimana tidak ogah, sebab pembeli pun tak mau belanja di dalam gedung.

Ternyata penyebabnya karena pemerintah kota gagal memanajemen pedagang agar seluruhnya mau jualan di dalam gedung yang telah disediakan. Malah ramai pedagang berjualan di luar gedung dan di badan jalan umum.

Saat blusukan itu, Bobby Nasution melihat langsung permasalahan yang terjadi. Bobby melihat dagangan dan bertanya pada pedagang pun pembeli.

Salah satu permasalahan adalah perjanjian saat gedung dibangun, bahwa tidak boleh ada pasar lainnya di dekat Pasar Sukaramai tidak terwujud. “Dulu kita buat perjanjian dengan pemko Medan, agar tidak ada pasar-pasar lain radius dekat, tetapi tidak bisa diwujudkan. Pembeli pecah, akhirnya kita pedagang di dalam gedung susah,” kata Kamaluddin Tanjung.

Ketika blusukan ke dalam pasar, Bobby Nasution mendengarkan dengan seksama keluhan seluruh pedagang. Bahkan ada pedagang sayur mayur, Reni yang sambil menitikkan air mata curhat kepada Menantu Presiden Jokowi itu.

“Ini pembangunan gedung kami yang bayar, mana ada uang pemko ini. Kami cicil ini tiap bulan, bahkan saya sampai gadai rumah saya untuk DP lapak ini Pak Bobby. Tolong la kami, pembeli sepi tak mau masuk mereka belanja di luar. Bagaimana ini pengurusnya tolonglah nasib kami Pak,” ujar Reni.

Ditegaskan Kamaluddin lagi, ditemani Suwarno ketua relawan yang konsern pada pasar tradisional, memang benar bahwa pedagang mencicil lapak yang ada di dalam gedung.

“Nominalnya beda-beda tergantung ukuran. Masa cicilannya juga beda ada yang lima tahun. Rata-rata Rp1,5 juta perbulan, bahkan ada yang Rp3 juta. Jadi Pemko Medan itu menurut kami tak ada kontribusi. Manajemen pun kurang baik. Kita butuh kepemimpinan yang kuat yang bisa urus pasar ini. Pasti ada setoran liar yang kita tidak tahu masuk ke siapa. Itu harus dihentikan di masa Bobby kelak,” katanya.

Anehnya, pasca dibangun pada 2014 lalu, sampai kini gedung pasar Sukaramai tidak diresmikan. Melihat fakta di lapangan, Bobby Nasution bilang masalah gedung tak lepas dari hal teknis. “Di dalam kurang ramai, banyak lapak kosong. Di lantai dua dan tiga malah kosong sama sekali. Secara teknis memang bangunan ini tidak memudahkan pengunjung,” ungkap Alumni S2 IPB Bogor itu.

Solusinya, Bobby tegaskan akan bangun sebuah ekosistem pasar yang sebenarnya di Sukaramai. “Kita mau suruh pedagang masuk ke dalam, ya harus kita pastikan dulu kenyamanannya, keamanan, jaminan agar pedagang mau dan akhirnya pembeli juga mau masuk ke dalam,” kata Bobby.

Sementara itu, Ketum Re-Born Suwarno mengungkapkan, melihat permasalahan tersebut, Pemko Medan dan PD Pasar harus tanggap terhadap manajemen maupun birokrasi serta sarana dan prasarana pasar. Hal-hal tersebut harus dibenahi dan itulah yang akan dilakukan pasangan Bobby-Aulia.

Oleh sebab itu, Suwarno mengajak seluruh masyarakat, khususnya pedagang untuk menggunakan hak pilih pada Pilkada Medan, 9 Desember 2020. “Mari kita datang ke TPS. Jangan golput. Coblos nomor 2,” pungksnya.

Di tempat yang sama, Deddy Mizwar yang pada kesempatan itu ikuti Bobby Nasution blusukan melihat langsung antusiame masyarakat. “Kita lihat sendiri bagaimana animo masyarakat bertemu Bobby Nasution, artinya mereka menaruh harapan besar pada sosok pembawa harapan pada Bobby,” kata Deddy Mizwar yang tenar berkat perannya sebagai Naga Bonar. (ts05)

Loading...
loading...