BKM dan Umat Islam Harus Berani Menolak Politisasi Masjid Menjelang Pencoblosan

220

tobasatu.com, Medan | Ketua PKNU Sumut Muhammad Ikhyar Velayati mengimbau kepada umat Islam khususnya BKM/takmir masjid berani melawan oknum-oknum yang mencoba menggunakan measjid untuk kepentingan politik praktis.

“Saya berharap mulai saat ini, semua umat Islam khususnya para takmir masjid berani melawan dan menolak oknum-oknum yang mencoba menggunakan masjid dan ibadah sebagai alat untuk kepentingan kelompoknya, khususnya menjelang pencoblosan tanggal 9 Desember nantinya. Jangan sampai perbedaan pandangan politik membawa sumber permasalahan, sejatinya pemilu adalah wujud dari semangat berdemokrasi, bukan menodai dan mempolitisi kesucian agama dan masjid,” tegasnya.

Pernyataan itu dilontarkan Ikhyar Velayati merespon beredarnya pengumuman dan ajakan kepada umat Islam Kota Medan di media sosial dari Pengurus Daerah Jaringan Pemuda Remaja Mesjid Indonesia (PD JPRMI) untuk bersama mengadakan Subuh Akbar dalam rangka Pilkada serentak bertempat di mesjid mesjid Kota Medan. Ikhyar mengingatkan semua pihak bahwa menggunakan masjid dan mimbar keagamaan sebagai alat politik justru merendahkan fungsi masjid itu sendiri.

“Masjid merupakan tempat ibadah untuk memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat, bukannya sebagai tempat politik praktis yang dapat mengoyak persatuan bangsa. Jadi jangan gunakan mimbar keagamaan apalagi ritual ibadah yang bersifat sakral untuk kepentingan meraup suara dalam Pilkada Medan 2020, menggunakan masjid dan mimbar keagamaan sebagai alat politik justru dapat merendahkan fungsi mesjid itu sendiri,” kata Ikhyar, Senin (7/12/2020).

Ikhyar menjelaskan lebih lanjut politik praktis di masjid dapat menodai fungsi utama dari masjid itu sendiri

“Masjid sebagai rumah Allah merupakan tempat yang semestinya digunakan untuk merekatkan ukhuwah antarjamaah, hadirnya politik praktis tentu akan menodai fungsi utama dari masjid,” pungkasnya. (ts05)

Loading...
loading...