Natal dan Akhir Tahun, Kebutuhan Uang Tunai Diperkirakan Mencapai Rp3,94 T

736
Ilustrasi Bank Indonesia. (tobasatu.com/ist)

tobasatu.com, Medan | Bank Indonesia memperkirakan kebutuhan uang tunai (outflow) di periode Natal dan akhir tahun 2020 mencapai Rp3,94 triliun. Nilai itu, di antaranya Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar Rp3,63 trilun dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp314 miliar.

“Untuk itu, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara (Sumut) mengantisipasi kebutuhan uang tersebut  dengan mempersiapkan layanan kas, baik melalui Bank Indonesia maupun jaringan perbankan,” ujar Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut, Andiwiana Septonarwanto di Medan, Sabtu (12/12/2020).

Andiwiana menjelaskan, sesuai pola musiman, menjelang Hari Raya Natal dan akhir tahun 2020, KPw BI Sumut   memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan uang kartal (uang kertas dan logam).

Untuk kelancaran penyiapan uang tunai dan kelancaran layanan perkasan, Bank Indonesia melakukan berbagai hal antara lain penyediaan uang layak edar yang higienis untuk meminimalisir penyebaran COVID 19 dengan melakukan karantina uang Rupiah selama 7 hari sebelum diedarkan, menyemprot disinfektan pada area perkasan, sarana dan prasarana, serta memperhatikan higienitas SDM dan perangkat pengolahan uang,

“Pendistribusian uang akan dilakukan secara tepat waktu agar seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia memiliki kecukupan persediaan uang secara nominal dan per pecahan,” katanya.

Sedangkan dari sisi eksternal, Bank Indonesia melakukan langkah-langkah untuk berkoordinasi dengan perbankan dan PIPUR untuk menjaga ketersediaan uang di loket perbankan dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) melalui perencanaan pengisian uang yang akurat.

KPw BI Sumut  bekerja sama dengan perbankan telah menyediakan 83 titik layanan. “Layanan penukaran oleh perbankan di 56 loket bank di Kota Medan. Layanan penukaran oleh perbankan di 5 loket bank luar Kota Medan yaitu di Kabanjahe dan payanan penukaran oleh 22 BPR,” katanya.

BACA JUGA  Penukaran Uang Baru di Lapangan Benteng Hingga Jumat

Untuk kenyamanan bertansaksi, masyarakat juga diharapkan berhati hati dalam melakukan transaksi dengan meneliti ciri-ciri keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat Diraba Diterawang).

Selain itu, sebut Andiwiana untuk memudahkan mengenali keaslian uang rupiah, masyarakat dihimbau agar senantiasa menjaga dan merawat rupiah dengan baik melalui metode 5 Jangan

“Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi,” tutupnya. (ts-20)

Loading...
loading...