Pangdam I/BB Dukung Penataan KJA untuk Jaga Kualitas Air dan Kelestarian Danau Toba

343

tobasatu.com, Medan | Untuk menjaga kualitas air Danau Toba dan penataan hidup masyarakat yang layak, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM, mendukung Keramba Jaring Apung (KJA).

Data diperoleh, Kamis (15/4)9 Pangdam bersama Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, hadiri penataan Keramba Jaring Apung, di Dusun Sualan, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Rabu (14/4).

Turut hadir dalam acara Bupati Simalungun JR Saragih, Danrem 022/PT Kolonel Inf Asep Nugraha, Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Roly Souhoka, pejabat Pemprovsu serta Pejabat Utama Polda Sumut lainnya.

Pangdam I/BB, Mayjend TNI Hassanudin, mengatakan sangat mendukung penataan Keramba Jaring Apung di Danau Toba.

Pangdam mengapresiasi Bupati Simalungun J.R Saragih bahwa kedepan Kabupaten Simalungun sebagai contoh pertama untuk diikuti oleh kabupaten lain dalam pelaksanaan KJA antara lain Kab Toba, Kab Dairi, Kab Samosir, Kab Humbahas, Karo, dan Kab Samosir. Tujuannya adalah untuk menjaga kualitas air Danau Toba dan penataan hidup masyarakat yang layak.

“Hal tersebut nantinya tidak akan mengganggu usaha masyarakat dan dapat mengalihkan tentunya,” ucap Pangdam.

Pada kesempatan tersebut Kapoldasu mengatakan, kedatangaannya bersama Pangdam I/BB untuk melihat secara langsung proses penataan Keramba Jaring Apung yang ada di Kabupaten Simalungun.

Menurutnya, kawasan Danau Toba telah ditetapkan sebagai destinasi pariwisata super prioritas, artinya program itu harus didukung bersama-sama

Irjen Pol RZ Panca berharap, agar momen ini dapat diikuti daerah se-kawasan Danau Toba. “Mari jaga kualitas Danau Toba untuk mewujudkan destinasi wisata super prioritas kawasan Danau Toba,” ajaknya.

Bupati Simalungun, JR Saragih, dihadapan para pemilik Keramba Jaring Apung menyampaikan penataan Keramba Jaring Apung dari Danau Toba merupakan program nasional yang sudah direncanakan beberapa tahun lalu dan sudah disosialisakan kepada petani maupun pemilik keramba.

BACA JUGA  Jadikan Hikmah Idul Adha Momentum Peningkatan Ketaqwaan dan Semangat Rela Berkorban Guna Mendukung Tugas Pokok TNI AD

JR Saragih juga meminta masyarakat agar bekas bongkaran Keramba Jaring Apung tidak lagi dikembalikan ke perairan Danau Toba. Selain itu, Bupati juga berharap kepada warga yang berada di lokasi ini bisa perlahan berganti profesi dari petani keramba menjadi pelaku pariwisata bidang restoran maupun beternak ayam.

“Untuk hari ini, ada 8 pemilik keramba Jaring Apung yang akan menerima biaya kompensasi dan untuk selanjutnya akan diserahkan kepada Forkopimdam untuk memastikan siapa penerima manfaat biaya kompensasi,” harapnya.

JR menambahkan, selama 4 hari ke depan, Pemkab Simalungun akan membersihkan 20 persen KJA di Danau toba, Dusun Sualan, dan penertiban KJA akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai sampai 40 persen dan pada Tahun 2022 kawasan Danau Toba harus bersih dari keramba. (ts04)

Loading...
loading...