Kasus Rapid Test di Bandara Kualanamu, Stik Bekas Didaur Ulang di Lab Kimia Farma, Sehari Bisa Dipakai 150 Orang

1605

tobasatu.com, Medan | Polda Sumut terus mengembangkan kasus pemakaian stik rapid test antigen bekas di Bandara Kualanamu. Para tersangka terancam penjara 10 tahun.

Dituturkan Kapolda Sumut Irjen Pol RZ. Panca Putra Simanjuntak, saat menggelar Konferensi pers di halaman Mapoldasu, Jalan SM. Raja Medan, Kamis (29/4/2021), dari hasil penyidikan yang dilakukan, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Irjen Pol Panca yang didampingi Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin menjelaskan, kelimnya masing-masing berinisial PC yang menjabat sebagai Bisnis Manager Kimia Farma, beserta 4 pegawainya, masing-masing berinisial DP, SP, MR dan RN.

Modus para pelaku adalah dengan mendaur ulang stik rapid test antigen yang telah digunakan dengan cara mencuci sendiri untuk digunakan kembali di Bandara Internasional Kualanamu. Dalam sehari, sebut Kapolda, stik daur ulang itu bisa digunakan 100-150 masyarakat yang hendak melakukan perjalanan. “Tentu itu tidak sesuai standar kesehatan,” jelas Kapolda.

Panca menyebutkan, stik bekas yang digunakan itu didaur ulang di laboratorium Kimia Farma di Jalan Kartini Medan. Stik yang telah didaur ulang kemudian dibawa kembali ke Bandara Kualanamu. “Kasus ini juga masih akan dilakukan pengembangan,” bilangnya.

Kapolda menambahkan bahwa kelima tersangka akan dijerat dengan UU Kesehatan dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. Selain itu juga akan dijerat dengan UU Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun dan denda Rp2 miliar. (ts04)

BACA JUGA  Poldasu Digugat ke Pengadilan, Terkait Kepemilikan Lahan PT SR
Loading...
loading...