Produktivitas Layanan Terminal Curah Kering Pelindo1 Meningkat

477
Shalat Idul Fitri perdana di tenda Masjid At Tabayyun.

tobasatu.com, Belawan | Layanan Terminal Curah Kering (TCK) di Pelabuhan Belawan dengan sistem operasional terpadu, realtime dan mengurangi potensi loss cargo dengan menggunakan teknologi Telescopic Chute pertama di Indonesia, meningkat dua kali lipat.

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) meningkatkan fasilitas layanan dan inovasi di TCK Pelabuhan Belawan dengan pengoptimalan TCK di Pelabuhan Belawan, dengan mengoperasikan fasilitas Conveyor yang dipadukan dengan sistem operasi dan teknologi yang terpadu, serta SDM yang ahli. Dengan adanya fasilitas ini, kegiatan bongkar komoditas curah kering menjadi lebih cepat, efektif dan efisien dengan produktivitas dua kali lebih cepat dari sebelumnya.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1 Belawan, Ridwan Sani Siregar, melalui General Manager Pelabuhan Belawan, Emilda Andayani melalui siaran persnya menyampaikan kepada wartawan, bahwa pengoperasian pengoptimalan serta inovasi sistem operasional di Terminal Curah Kering di Pelabuhan Belawan bekerjasama dengan PT FKS Solusi Logistik. Layanan ini menggunakan sistem mekanisasi terpadu yang dipantau secara realtime dengan system IT yang terintegrasi.

Operasional TCK menggunakan conveyor dimana proses muatan dari kapal dibongkar ke conveyor, dan muatan akan langsung menuju gudang penyimpanan serta timbangan yang dimonitoring full dengan cctv. Sebelumnya kegiatan bongkar muat curah kering di Pelabuhan Belawan menggunakan metode truck lossing, dimana barang dibongkar dari kapal langsung dimuat ke armada angkutan (truck) untuk kemudian dibawa (angkut) menuju gudang.

TCK Pelabuhan Belawan ini juga dilengkapi dengan teknologi Telescopic Chute, yang berfungsi untuk mengurangi penyebaran muatan curah, mengurangi debu dan potensi loss cargo jadi lebih kecil. Teknologi ini merupakan yang pertama kali digunakan di TCK khusus grain/pangan di Indonesia dan dalam skala besar pertama kali diterapkan di Pelabuhan Belawan. Selain itu, TCK Pelabuhan Belawan juga dilengkapi dengan teknologi magnetic separator, untuk menyaring material besi yang terdapat dalam cargo secara otomatis, sehingga lebih aman.

BACA JUGA  DPRD Sumut Minta Pelindo Stop Penggusuran di Belawan

TCK Pelabuhan Belawan memiliki fasilitas conveyor sepanjang 388 m dan produktivitas 850 sd 900 Ton/jam, gudang seluas 6.912 m2 dengan kapasitas 30.000 ton, truck loading conveyor sebanyak 4 unit dan dermaga dengan daya dukung 2,5 ton/m2.

“Fasilitas TCK Pelabuhan Belawan ini sangat efektif dalam mendukung efisiensi logistik karena dapat memangkas biaya dengan kecepatan bongkar dan dengan system IT yang terintegrasi dari cargo in hingga cargo out. Selain itu, fasilitas TCK ini juga dapat meningkatkan nilai tambah bagi pengguna jasa yaitu dengan peningkatan produktivitas bongkar komoditas curah kering sebesar 10.000 ton/hari sehingga dapat mempercepat alur distribusi barang. Dengan pengoptimalan fasilitas TCK ini, kami menargetkan Pelabuhan Belawan menjadi sentra bongkar muat curah kering di Pulau Sumatera,” terang Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1, Ridwan Sani Siregar.

Kapal curah perdana yang sudah dibongkar menggunakan layanan terbaru di TCK Pelabuhan Belawan ini adalah M.V Sea Odyssey dan MV Castellani, yang membawa muatan soya bean meal atau bungkil kedelai masing-masing sebanyak 18.689 Ton dan 23.432 Ton. Kegiatan bongkar kapal tersebut dengan menggunakan conveyor berjalan lancar dan mencapai produktivitas sebesar 10.300 Ton/hari, melebihi target produktivitas yang telah ditentukan. Sehingga produktivitas layanan bongkar hanya membutuhkan dua hari dari sebelumnya menggunakan truk losing memakan waktu dari empat hingga lima hari.

“Pelabuhan Belawan kembali melakukan pembongkaran pengapalan ketiga di TCK oleh kapal MV Ikan Pulas dari Singapura dengan muatan kedelai curah sebanyak 9.000 Ton dari Sabtu hingga Minggu,8-9 Mei 2021. Seluruh kegiatan bongkar muat di TCK Pelabuhan Belawan tentunya didukung dengan sistem operasi yang handal yang dapat memberikan layanan secara realtime dan muatan dari kapal ke conveyor, gudang dan timbangan dimonitoring full dengan cctv. Untuk menjaga akurasi total muatan, dilakukan verifikasi dan kalibrasi timbangan secara berkala sesuai barcode dan scanning dan disaksikan langsung oleh customer yang terlibat,” tambah General Manager Pelabuhan Belawan, Emilda Andayani.

BACA JUGA  Kunjungan Kapal Asing di Pelabuhan Belawan Menurun

Total cargo curah kering komoditas pangan dan pakan melalui Pelabuhan Belawan sekitar 1,4 juta ton per tahun dan mayoritas melalui curah dibandingkan jenis cargo lainnya “Pelabuhan Belawan akan terus melakukan pengembangan layanan untuk mendukung peningkatan logistik Indonesia. Kami juga secara rutin terus melakukan pendekatan dan comisioning kepada consignee/pemiliki barang untuk meyakinkan bahwa fasilitas TCK ini dapat memberi nilai tambah bagi peningkatan produktivitas bongkar muat,” jelas Emilda. (ts14)

Loading...
loading...