Tahanan di Lapas Kota Pinang Kendalikan Pengiriman Sabu

4399

tobasatu.com, Labuhanbatu | Tiga orang yang terlibat jaringan peredaran narkoba di Lapas Kota Pinang ditangkap Satresnaekoba Polres Labuhanbatu, Minggu (16/5) hingga Senin (17/5).

Ketiga orang tersebut Fernando Damanik (25), warga Desa Pasir Tuntung Kota Pinang, Heriyanto (37), warga Desa Aek Batu Torgamba dan Endra Putra Sitorus alias Tonggek (30), berstatus sebagai tahanan hakim di Lapa Kota Pinang. Tonggek yang merupakan warga Desa Aek Batu Torgamba ditangkap Satnarkoba Polres Labuhanbatu pada 15 Oktober 2020 di Cikampek Asahan, Labusel

Dari ketiga tersangka diamankan barang bukti diantaranya 5 plastik klip berisi sabu seberat 515,28 gram, 1 HP Android, 1 sepeda motor RX King tanpa nopol, 1 ransel hitam dan 1 dompet cokelat.

Awal pengungkapan kasus dimulai pada awal Mei 2021. Diperoleh informasi peredaran narkoba di Labusel yang dikendalikan seorang tahanan bernama Tonggek yang berstatus masih sebagai tahanan hakim. Kasatnarkoba AKP Martualesi Sitepu dan Kanit 1 Ipda Sarwedi Manurung membentuk Timsus.

Selanjutnya pada Minggu (16/5/2021), mulai pukul 08.00 WIB, personel melakukan penyelidikan. Skira pukul 18.00 WIB di Simpang Tiga Aek Nabara, Desa Perbaungan Bilah Hulu melintas satu RX King yang dinaiki dua orang. Personel melakukan pengejaran hingga RX King tersebut menabrak bagian belakang mobil Mitsubishi Expander.

Personel seketika menyergap Fernando dan Heriyanto. Dari penggeledahan terhadap badan dan barang bawaan berupa satu ransel hitam disita 5 plastik klip berisi sabu 515,28 Gram.

Fernando berperan sebagai joki dan yang membawa ransel menerangkan mereka adalah suruhan dari Tonggek. Heriyanto adalah berperan yang mengetahui rencana perjalanan dan penjemputan narkoba ke Medan.

Pihak Satnarkoba melakukan kordinasi dengan Edison Tampubolon sebagai Kalapas IIB Kota Pinang, Senin (17/5) untuk mengamankan Tonggek.

BACA JUGA  Tiga Kurir Sabu 10 Kilogram Dihukum 19 Tahun

Dari keterangan Tonggek, ia sudah 2 kali meloloskan sabu dengan kurir Fernando dan Heriyanto pada April sebanyak 1 Ons. Lalu diawal Mei sebanyak 2 Ons dengan imbalan setiap pengiriman Rp3 juta.

Ketiga tersangka saat ini masih dilakukan pemeriksaan untuk mengungkap jaringan di atasnya. (ts05)

Loading...
loading...