Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli, Pemko Medan Gelar Vaksinasi Massal

1195
Wali Kota Medan. Bobby Nasution saat acara vaksinasi massal di eks Bandara Polonia, Medan, Kamis (3/6/2021).

tobasatu.com, Medan | Pemerintah Kota Medan bekerja sama dengan Poldasu dan Kodam I BB melakukan vaksinasi massal bertempat di eks Bandara Polonia, Kamis (3/6/2021).

Vaksinasi massal ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan Pemko Medan dalam menyelenggarakan Sekolah Tatap Muka (STM) pada bulan Juli mendatang.

Kegiatan ini dibuka Wali Kota Medan Bobby Nasution, dan dihadiri Kapolda Sumut, Irjen. Pol. Drs. RZ Panca Putra S, M.Si., Kasdam I BB, Brigjen TNI Didied Pramudito, Kapolrestabes Medan, Kombes. Pol. Riko Sunarko, Dandim 0201 BS, Kolonel Inf. Agus Setiandar, Danlanud Soewondo, Kolonel Pnb J.J. Ginting, dan segenap pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan.

Dikatakan Wali Kota, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kekebalan massal sehingga mata rantai penularan Covid-19 dapat diputuskan.

Disebutkannya, sekarang ini vaksin yang dikirim Kementerian Kesehatan ke Kota Medan lebih banyak dan lebih sering.

“Sekarang vaksin yang dikirim Kemenkes kepada kita lebih banyak dan lebih sering, karena itulah sekarang kita berani lakukan vaksinasi massal,” ujar Wali Kota seraya menambahkan, selain dari Puskesmas Medan, tenaga kesehatan yang bertugas pada vaksinasi massal ini berasal dari rumah sakit TNI dan Polri.  

Wali Kota menyebutkan,  nantinya vaksinasi massal ini akan digabung pula dengan metode drive thru. Dengan demikian masyarakat yang ingin divaksin dapat memilih, apakah turun dari kendaraan atau tetap berada di dalam kendaraan.

Wali Kota juga menyebutkan perkembangan vaksinasi di Medan. Dia menerangkan, dari 2,5 juta penduduk Medan yang bisa divaksin sebanyak 1,8 juta jiwa. Dari 1,8 juta jiwa tersebut, Pemko Medan menetapkan target 70 persen atau sekitar 1,3 juta jiwa.

“Per hari ini, sebesar 41,21 persen dari target sudah tercapai,” sebut Wali Kota.

Wali Kota menyampaikan, di antara 41,21 persen target yang telah tercapai itu, termasuk para guru SD dan SMD di Medan. Dia menyebutkan, dari 20 ribu lebih guru, sebanyak 11 ribu telah divaksin. Vaksinasi untuk guru ini, sebut Wali Kota, terkait dengan kesiapan Pemko Medan untuk melaksanakan sekolah tatap muka yang rencananya berlangsung Juli mendatang.

Pada bagian lain, Wali Kota menyebutkan, saat ini yang harus diantisipasi adalah kluster keluarga. Karena itu, Wali Kota meminta agar masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

Selain vaksinasi, sebut Wali Kota, kepatuhan protokol kesehatan diantaranya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, merupakan cara efektif untuk menghindari diri dari tertular Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan ini, lanjut Wali Kota, juga merupakan wujud dari rasa syukur atas kesehatan yang masih diberikan Tuhan.

“Wujud syukur ini bukan hanya ucapan, tapi dengan tindakan yang menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Wali Kota yang usai pembukaan tersebut melakukan peninjauan sembari berbicara dengan tenaga kesehatan maupun warga yang sedang menunggu giliran divaksin.

Di tempat yang sama, Kapoldasu menilai, antusias masyarakat yang tinggi mengikuti vaksinasi massal ini menandakan ada kesamaan persepsi antara masyarakat dengan pemerintah.

“Kesamaan persepsi itu adalah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, salah satunya adalah meningkatkan herd immunity,” ucapnya.

Kapolda menyampaikan masyarakat tidak perlu khawatir dan berebut untuk divaksin. Semangat masyarakat untuk divaksin pasti akan difasilitasi oleh pemerintah. “Oleh karena itu tidak perlu terburu-buru. Ikuti arahan dan petunjuk dari penyelenggara vaksinasi massal,” ucap Kapolda.  

Sebelum membuka kegiatan vaksinasi massal itu, Wali Kota Medan memberikan arahan kepada penyelenggara agar mencegah terjadinya penumpukan massa. Dia juga ingin memastikan agar warga yang divaksin mendapat pelayanan yang baik, termasuk dapat menunggu giliran divaksin dengan nyaman. (ts-02)

BACA JUGA  Ketika Dunia Pendidikan Hidup Berdampingan dengan Covid-19
Loading...
loading...