Darurat Covid-19 di Medan, RS Tembakau Deli dan Hotel Soechi Disiagakan

699
Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman bersama Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman meninjau eks RS Tembakau Deli di.Jalan Putri Hijau, yang akan disiagakan untuk mengantisipasi ledakan pasien Covid-19 di Kota Medan.

tobasatu.com, Medan | Pemerintah Kota Medan mewacanakan akan menjadikan Rumah Sakit Tembakau Deli di Jalan Putri Hijau sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19.

Hal ini dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution guna mengantisipasi ketersediaan tempat rawat pasien Covid-19 yang belakangan semakin membludak.

Pembahasan tersebut dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Kementrian Kesehatan RI dan Kementrian PUPR RI, Minggu (18/2021) di Gedung eks RS Tembakau Deli.

Rapat yang digelar secara virtual itu juga diikuti Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumut, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Syafriel Tansier, perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Abdul kadir dan Heru Prasetyo, Perwakilan dari Kementerian PUPR, Danis Hidayat Sumadilaga dan Bobby Ali Azhari, Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman, dan pimpinan OPD terkait lainya.

Sebagaimana diketahui Rumah Sakit Tembakau Deli kondisinya saat ini terbengkalai karena sudah lama tidak digunakan.

Di dalam gedung terlihat menyeramkan, atapnya bocor dan ruangannya tidak lagi terawat. Di bagian taman terlihat sudah ditumbuhi semak belukar.

Saat melintasi rumah sakit tersebut di malam hari, suasana seram sangat melekat.

Dalam rapat, selain mewacanakan pemanfaatan RS Tembakau Deli, akan ditempuh juga langkah untuk menjadikan eks Hotel.Soechi sebagai tempat isolasi mandiri pasien Covid-19, serta melakukan penambahan jumlah bed khusus pasien covid-19 di Rumah Sakit umum milik daerah.

Perwakilan dari Kemenkes RI, Abdul Kadir mengusulkan untuk dilakukan penambahan bed khusus Covid-19 di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Karena waktu yang diperlukan untuk melakukan penambahan bed tersebut relatif lebih cepat.

“Penambahan bed di rumah sakit yang telah eksisting tentunya akan jauh lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan rumah sakit yang belum ada eksistingnya. Sebab, kita tidak hanya sekedar menambah jumlah tempat tidur saja tetapi yang lebih penting lagi harus didukung dengan SDM yang memadai,” kata Abdul Kadir.

Terkait usulan tersebut, Bobby Nasution menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan dari Pemerintah Pusat yang dengan cepat merespon kebutuhan Pemko Medan di tengah meningkatnya kasus penyebaran covid-19 di Kota Medan dengan memberikan penambahan bed khusus covid-19 di Rumah Sakit Umum milik Pemko Medan.

Diungkapkan Bobby Nasution saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) di kota Medan sudah mencapai sekitar 60%. Pemko Medan juga telah meminta setiap Rumah Sakit di Kota MedanĀ  untuk menyediakan 30% bed khusus untuk pasien covid-19 dari seluruh jumlah bed yang ada di masing-masing Rumah Sakit.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat dalam membantu penambahan bed khusus covid-19 di kota Medan, penambahan ini tentunya sangat penting untuk mengurangi jumlah BOR di Kota Medan dengan begitu pasien covid-19 dapat tertangani dengan baik, apalagi pasien covid-19 tidak seluruhnya berasal dari kota Medan saja tetapi juga berasal dari berbagai daerah lainya,” kata Bobby Nasution.

Selain itu untuk mencegah penyebaran virus covid-19 yang begitu cepat, Bobby Nasution mengatakan Pemko Medan terus berkomitmen mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan 5M khususnya dalam mengurangi mobilitas masyarakat serta melakukan 3T (Testing, Tracing, Treatment).

“Selain menghimbau masyarakat menerapkan prokes 5M, kami Pemko Medan juga melakukan 3T, salah satunya dengan memperbanyak testing serta melakukan tracing terhadap 15 orang yang kontak erat dengan pasien covid-19, setelah itu kita lakukan treatmentnya,” jelasnya. (ts-02)

BACA JUGA  Gugus Tugas Covid-19 Imbau Masyarakat dan Ojol Disiplin Prokes
Loading...
loading...