Rakor Perkembangan PPKM di Luar Jawa-Bali, Wagub Sumut Apresiasi Bantuan Menko Airlangga

370
Musa Rajekshah dalam rapat koordinasi terkait perkembangan PPKM di luar Jawa-Bali bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menkes Budi Gunadi Sadikin melalui zoom meeting di ruang kantor Wagubsu, Rabu (28/7/2021).

tobasatu.com, Medan | Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menyampaikan apresiasi kepada Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto dalam membantu masyarakat yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dan 3.

Menko Airlangga dalam hal ini bertindak sebagai Koordinator Penanggulangan Covid-19 Pusat.

Hal ini disampaikan Musa Rajekshah dalam rapat koordinasi terkait perkembangan PPKM di luar Jawa-Bali bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menkes Budi Gunadi Sadikin melalui zoom meeting di ruang kantor Wagubsu, Rabu (28/7/2021).

Musa Rajekshah mengapresiasi bantuan yang diberikan pemerintah pusat melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto kepada masyarakat khususnya Provinsi Sumut. Dia berharap, kiranya bantuan berupa kartu sembako, subsidi internet, listrik, bantuan pekerja dan UMKM tersebut dapat menjadi hal baik, sehingga masyarakat akan merasakan kehadiran pemerintah.

“Mudah-mudahan bansos yang terlaksana bisa menjadi solusi PPKM yang membuat ekonomi masyarakat sulit,” ungkapnya.

Selain itu, Wagubsu juga memaparkan jika PPKM Level IV di Sumut hanya dilaksanakan di Kota Medan saja. Kemudian untuk level III kepada 22 Kabupaten/Kota dan level II bagi 9 Kabupaten/Kota.

“Saat ini protokol kesehatan juga terus kami sosialisakan ke masyarakat. Begitu juga soal vaksin, saat ini Alhamdulillah kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi, hanya saja kita masih kekurangan untuk kebutuhan vaksinnya. Oleh karena itu kami mohon kepada Menkes untuk Sumut agar vaksin dapat ditambah lagi,” ujarnya.

Musa Rajekshah juga mengaku, kalau untuk PPKM level IV dan III, saat jni Gubernur Sumut Edy Rahmayadi telah mendorong Bupati/Walikota untuk mendata penduduknya yang akan menjadi penerima bansos. 

“Insya Allah Sumut akan tepat sasaran dalam penerima bansos. Terima kasih kepada bapak Airlangga,” ucapnya.

Sementara itu, Airlangga menyebutkan, Provinsi Sumut saat ini masuk dalam 5 besar Provinsi yang kasus konfirmasinya mengalami lonjakan signifikan bersama Sumatera Barat, Papua, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur. Padahal kata dia, untuk Jawa, saat ini penambahan kasusnya sudah mulai turun. 

Oleh karena itu, Airlangga menekankan beberapa hal yang perlu dilaksanakan. Dari sisi hulu agar menerapkan 3M, melaksanakan pembagian masker, mempercepat vaksinasi dan mendorong testing serta tracing.

“Dari sisi hilir agar kebutuhan oksigen dan obat-obatan dapat dikoordinasikan, baik rumah sakit, Forkopimda dan kepala daerah terutama 5 provinsi di luarJawa-Bali ini,” terangnya.

Sedangkan Menkes Budi Gunadi Sadikin menambahkan, tracing dan testing sangat penting dilakukan karena sudah menjadi standar yang dilakukan dalam penanganan Covid-19. Sebab dengan keduanya, akan sangat menentukan angka kasus yang terjadi, jumlah rumah sakit, tempat isolasi, oksigen, obat dan lainnya. “Sehingga ini harus dikejar,” tegasnya.

Dia mengaku, memang sejauh ini sudah ada beberapa daerah yang telah melaksanakannya tapi masih ada yang belum. Untuk itu, bagi daerah yang masih kesusahan untuk swab PCR, diizinkan bisa menggunakan antigen.

“Selain testing adalah persiapan rumah sakit. Untuk itu kita meminta rumah sakit agar membentuk satgas oksigen. Dan kalau BOR nya tinggi tetapi masih ada kamarnya agar dapat mengkonversikan menjadi tempat Covid-19,” ujarnya. (ts-20)

BACA JUGA  Pesan Ketum Golkar Airlangga Hartarto untuk Ijeck, Semoga Golkar Tetap Solid dan Kompak
Loading...
loading...