324,3 Kg Sabu Diamankan BNN dari Jaringan Narkotika Thailand-Aceh

9174

tobasatu.com, Jakarta | Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan dua upaya penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh jaringan sindikat Thailand dan Aceh. Total barang bukti sebanyak 324.362,5 gram atau 324,3 kilogram sabu diamankan dari pengungkapan ini.

Kepala Biro Humas dan Protokol Settama BNN RI Sulistyo Pudjo menuturkan penggagalan upaya penyelundupan narkoba jaringan sindikat Thailand dan Aceh yang dilakukan oleh BNN bekerja sama dengan Bea dan Cukai. Untuk jaringan Thailand-Aceh Timur diamankan barang bukti 105,5 kg sabu.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan intelijen yang dilakukan oleh BNN kepada seorang pria warga Aceh berinisial Sy (36). Ia diketahui berlayar dari perairan Thailand menuju Aceh Timur dengan menggunakan kapal cepat atau speedboat, Kamis (12/8). Setibanya di Aceh Timur, Sy dibekuk oleh petugas BNN di sebuah bengkel kapal yang berada di Desa Kampung Jalang, Kecamatan Idi Rayeuk.

Dari tangannya, petugas menyita barang bukti berupa 100 bungkus teh Cina warna hijau yang dibagi ke empat karung dengan berat total mencapai 105,5 kg.

Berdasarkan pengakuan Sy, dirinya diperintahkan oleh JP alias JY. Sy diperintah JP bertemu dengannya di tengah laut untuk mengambil sabu. Sabu yang diambil, sesuai perintah JP alias JY, dibawa ke gudang untuk dibantu oleh R dan F untuk membongkar muat. “Saat ini R, F dan JP alias JY masih dalam pencarian,” ungkap Sulistyo lewat keterangan tertulis yang diterima, Kamis (19/8/2021).

Lanjut dikatakan Sulistyo, pengungkapan lainnya yakni jaringan Aceh dengan barang bukti 218,8 kg sabu. Pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan intelijen yang dilakukan oleh BNN yang bekerja sama dengan Bea dan Cukai. Ini merupakan bagian dari Operasi Laut Interdiksi Terpadu terhadap jaringan sindikat narkotika berinisial T alias CM.

BACA JUGA  Cegah Aliran Dana Transaksi Narkoba, BI-BNN Teken MoU

Dalam kasus ini, petugas mengamankan lima orang tersangka, masing-masing berinisial B alias Y (39), T alias CM (52), ES alias E (26), AN alias WY (44), dan Ay alias R (52). Petugas pertama kali membekuk Ay alias R dan B alias Y yang diduga sebagai penjaga gudang berisi 198 bungkus sabu dengan berat total mencapai 218,8 kg. Keduanya dibekuk di kawasan Pulau Beureh, Banda Aceh, usai mengendarai speedboat untuk mengambil sabu di kawasan wisata kuliner, Jumat (13/8).

Dari penangkapan ini, petugas kemudian mengamankan T alias CM di jalan raya Medan-Banda Aceh. Ia diketahui merupakan pengendali dari penyelundupan dan peredaran narkotika ini. Keesokan paginya, pada Sabtu (14/8), petugas mengamankan tersangka lainnya, yaitu Es alias E, dan AN alias WY di tempat terpisah.

“Para tersangka terancam dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Narkotika No. 35/2009, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup,” tandas Sulistyo. (ts04)

Loading...
loading...