Awi Coffee, dari Bisnis Rumahan Kini Menembus Pasar Internasional

1634
Darwin Jasmin owner Awi Coffee saat berbincang dengan wartawan.

tobasatu.com, Medan | Bagi penikmat kopi, nama Awi Coffee sudah tak asing di telinga. Berbagai jenis biji kopi Mandailing yang telah diroasting (disangrai–red) tersedia di toko mereka yang berada di Jalan Mojopahit, Medan.

Awi yang memulai bisnis keluarganya ini dari semula bisnis rumahan di Kota kecil Binjai, Sumatera Utara, kini telah menembus pasar internasional. Kopi Mandailing yang telah dirostingnya kini telah diekspor ke Singapura, Hongkong, Taiwan, China hingga ke Jepang dan Amerika.

Berbincang dengan tobasatu.com, Selasa (6/10/2021), Awi yang memiliki nama lengkap Darwin Jasmin menuturkan, bisnis  roastary coffee yang dijalani nya saat ini merupakan warisan keluarganya. Kopi yang mereka jual pun ketika itu identik dengan Kopi Sidikalang.

Awi dan sang ayah ayah Jio Seng Beng.

Kakeknya Jio Oen Jaw telah memulai bisnis kopi tradisional ini pada tahun 1945, yang kemudian diwariskan kepada ayahnya Jio Seng Beng pada tahun 1970-an.

Awi sendiri merupakan generasi ketiga mengelola bisnis kopi tradisional ini. Dia melanjutkan bisnis ini di sekitar tahun 2005.

“Saat itu sekitar tahun 2005, saya masih berada di Singapura karena saya memang melanjutkan studi disana. Oleh orangtua saya disuruh pulang dan mengelola bisnis tersebut,” ujar Awi.

Awalnya, Awi berfikir kenapa di Singapura orang bisa menikmati kopi yang lezat seperti ekspreso yang menggunakan biji kopi gayo, Sidikalang dan Lintong. Sementara di Indonesia, masyarakat hanya mendapatkan sisa-sisa pengolahan biji kopi, yang sebagian besar di ekspor ke luar negeri.

Berangkat dari pemikiran itulah, Awi kemudian memiliki ide untuk melakukan perluasan bisnisnya, dengan menjadi supplier biji kopi untuk kafe-kafe.

“Dari kolam kecil kita harus melompat ke kolam besar, agar omset kita yang tadinya kecil bisa maksimal,” tutur pria berkacamata itu tanpa menyebut omset dari Awi Coffee saat ini.

Awi bersyukur dalam menjalani bisnis tersebut dia diberikan pendamping hidup, seorang wanita yang mendukung setiap kegiatan usahanya. Susi, demikian nama istrinya, merupakan partner bisnis sekaligus teman hidup yang dinikahinya sejak tahun 2009 silam. Kini rumah tangga mereka telah dikaruniai 3 orang anak.

Mesin Probat

Semula, bisnis kopi tradisional yang dikelola Awi Coffee melalui UD Harum hanya mengandalkan mesin penggiling manual menggunakan tangan. Biji kopi yang telah disangrai itu kemudian dijual di kedai kecil  di Kota Binjai yang pangsa pasarnya merupakan penduduk lokal.

Seorang karyawan Awi Coffee tengah melakukan roasting biji kopi.

Pria yang memiliki moto hidup “One Dollar Save is One Dollar Earn”, memiliki pemikiran, jika hanya menjalani bisnis di kota kecil itu, maka marketnya pun hanya masyarakat setempat. Dia pun berinisiatif untuk pindah ke Kota Medan.

Pada tahun 2016, dia mendirikan PT Dua Harimau Sumatra, untuk melakukan eksport biji kopi dan roasted coffee. “Kita kini fokus mengekspor kopi Indonesia ke luar negeri. Dengan melakukan pemasaran secara online, kita ibarat merubah kolam kecil menjadi samudera,” ujar Awi.

Untuk mendukung bisnisnya agar lebih berkembang, pada tahun 2015 Awi membeli mesin Probat Coffee Roaster sebagai investasi. Mesin Probat adalah mesin sangrai yang memiliki kapasitas 12 kg /15 menit atau 48 kg/jam.  Mesin buatan jerman ini merupakan yang terbaik di dunia yang harganya berkisar Rp600-800 juta.

Pada tahun 2019, Awi kembali membeli satu mesin Probat, sehingga kini dia telah memiliki 2 unit mesin Probat. Untuk mengelola bisnisnya itu, Awi yang semula hanya dibantu satu orang karyawan, kini telah mempekerjakan 15 orang karyawan.

Kopi yang dijual Awi Coffee pun kini tak sebatas dari biji kopi Mandailing. Kopi premium yang dihasilkannya juga lebih bervariasi diantaranya kopi Luwak, Toraja Marinding, Flores Bawaja, King Mandheling dan King Jantan yang merupakan best seller di tokonya.

Rumah Edukasi Kopi

Ke depan, Awi juga telah memiliki rencana untuk membuat sebuah rumah edukasi kopi, dimana masyarakat bisa belajar banyak mengenai kopi dan dilatih menjadi seorang barista.

Untuk itu dia telah mempersiapkan sebuah gedung disamping toko Awi Coffee di Jalan Mojopahit Medan. Gedung berlantai dua itu sedang dalam tahap pembangunan, dan diperkirakan akan selesai tahun depan.

“Di gedung itu nantinya akan ada edukasi, training barista, kelas Q Grader, Q Processor dan Process Class,” sebut Awi. (Nona)