Malaysia Berlakukan Pengurangan Masa Karantina bagi Pengunjung yang Menjalani Perawatan Medis

429
Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC).

tobasatu.com,  Jakarta | Masa karantina bagi wisatawan medis yang mengunjungi Malaysia untuk tujuan perawatan kesehatan kini telah dikurangi menjadi 7 hari untuk pasien dan pendamping yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap, mulai efektif pada tanggal 18 Oktober 2021. 

Perubahan yang dilakukan pada Standard Operating Procedure (SOP) berdasarkan pengumuman yang disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia pada tanggal 15 Oktober 2021 lalu tentang perubahan SOP karantina untuk wisatawan medis yang masuk ke negara itu.

Pasien yang telah mendapatkan vaksinasi lengkap akan diminta untuk mengikuti tes PCR COVID-19 pada hari pertama dan kelima di masa karantina mereka. Sedangkan, untuk pasien yang tidak divaksinasi atau divaksinasi sebagian (baru dosis ke-1), masa karantina wajib yang harus dijalankan selama 10 hari, dan mereka akan diminta untuk menjalani tes PCR pada hari pertama dan kedelapan di saat masa karantina. Mereka yang menjalani perawatan IVF, perawatan gigi dan optik dapat dikarantina di hotel, dan mereka harus mendapat persetujuan dari dokter yang merawat. Hal ini untuk memastikan keselamatan pasien dan pengunjung, serta keselamatan bangsa, dalam upaya mereka menyambut wisatawan medis kembali ke negara itu.

“Seiring dengan transisi yang dilakukan oleh Malaysia ke fase endemik, Malaysia Healthcare selalu melakukan langkah terbaiknya dalam memastikan terjadinya kesinambungan perawatan yang kami berikan bagi pasien dengan cara yang aman dan tepercaya selama gelembung perjalanan medis (Medical Travel Bubble) terjadi,” kata Mohd Daud Mohd Arif, Chief Executive Officer Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC).

Malaysia telah membuka gelembung perjalanan medis sejak 1 Juli 2021, dengan didukung oleh SOP yang ketat. Difasilitasi oleh MHTC, sebuah lembaga di bawah Kementerian Kesehatan (MOH), gelembung perjalanan medis terus dipantau dan ditingkatkan dengan menegakkan praktik-praktik terbaik dalam mencapai keselamatan nasional dan pasien.

“Di MHTC, kami berkomitmen untuk menegakkan keselamatan pasien dan menjadikan prioritas kami dalam menjaga kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, dan ini kami tunjukkan melalui jalinan kemitraan yang kuat antara publik-swasta, yang mana telah dibangun selama ini oleh Malaysia Healthcare,” tambahnya.

Dalam SOP terbaru, wisatawan medis harus mematuhi persyaratan yang diterapkan dari pra-kedatangan, kedatangan hingga persyaratan perawatan selesai.

Prosedur persyaratan perawatan kesehatan sebelum kedatangan yang harus dipatuhi adalah menjadwalkan berobat ke rumah sakit swasta yang telah terdaftar sebagai anggota MHTC dan mintalah surat dari dokter Anda.

Serahkan dokumen yang diperlukan ke rumah sakit yang menjadi pilihan dan ajukan izin masuk ke Malaysia untuk perawatan medis ke rumah sakit tersebut.

Permohonan akan diajukan oleh MHTC ke rumah sakit pilihan Anda yang telah menjadi anggotanya.

Setelah aplikasi berhasil disetujui, maka surat persetujuan masuk akan dikeluarkan oleh MHTC dan dikirimkan ke Anda melalui rumah sakit pilihan.

Ajukan visa (jika ada) untuk diri sendiri dan pendamping Anda dan jadwalkan penerbangan setelah menerima Surat Persetujuan Masuk dari rumah sakit pilihan

Baik wisatawan medis maupun pendamping harus menjalani tes PCR COVID-19 (Putaran 1) di pusat pengujian yang telah mendapat pengakuan dari MHTC, 3 (tiga) hari sebelum tanggal kedatangan ke Malaysia.

Untuk informasi lebih lanjut tentang prosedur, silakan kunjungi www.malaysiahealthcare.org.

Wisatawan medis hanya dapat mencari perawatan di rumah sakit yang telah menjadi anggota MHTC, diantaranya: Pantai Hospital Kuala Lumpur, Ara Damansara Medical Centre, Subang Jaya Medical Centre, Sunway Medical Centre, dan Island Hospital. Untuk melihat daftar lengkap rumah sakit anggota MHTC, silakan kunjungi https://malaysiahealthcare.org/.

Malaysia telah menjadi tujuan pilihan bagi wisatawan medis di seluruh dunia, terkumpul total 1.220.000 wisatawan medis pada tahun 2019, dibandingkan dengan 643.000 pada tahun 2011. 

Sebanyak 60% dari wisatawan medis tersebut adalah orang Indonesia, di mana kedatangan wisatawan medis tersebut mencari perawatan mulai dari pemeriksaan kesehatan umum hingga prosedur kompleks, hal ini tentu menjadikan negara ini sebagai salah satu pasar utama bagi industri perawatan kesehatan Malaysia yang sedang berkembang dengan pesat.

Dengan tagline ‘Lebih Dekat dan Lebih Terjangkau’, Malaysia telah menjadi destinasi perawatan kesehatan yang semakin disukai oleh wisatawan medis dari Indonesia karena adanya kesamaan budaya dan bahasa, kedekatan, kualitas, harga terjangkau, aksesibilitas layanan kesehatan, dan yang lainnya.

Pasien Indonesia yang telah menerima izin dapat melakukan perjalanan ke Malaysia dengan penerbangan komersial atau kapal ferry. (ts-02)

BACA JUGA  September 2021, Hanya Tiga Wisman yang Kunjungi Sumut
Loading...
loading...