Penanganan Banjir, Bupati Sergai Ingin Persoalan Ganti Rugi Lahan Segera Beres

1372

tobasatu.com, Sergai | Langkah kongkrit penanganan banjir adalah hal yang paling dibutuhkan warga agar banjir tidak kembali terulang.

Ini disampaikan Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya di hadapan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra, Kasdam I Bukit Barisan Brigjen TNI Purwito Hadi Whardono dan Kasatker Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Jintho Lumbanbatu.

Saat itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi beserta rombongan melihat kondisi pengungsi korban banjir di bantaran Sei Belutu atau Sei Rampah di Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Kamis (18/11/2021).

Bupati menjelaskan bahwa tahun ini Serdang Bedagai melakukan pengerukan sedimen atau pendangkalan Sei Belutu sepanjang 1,5 kilometer.

Namun langkah itu masih sangat kurang untuk mengatasi banjir, karena terjadi sedimen sungai dan penyempitan sungai sepanjang 33 kilometer dari hulu ke hilirnya.

Selain itu banjir di tahun ini tergolong cukup parah, mirip banjir seperti 20 tahun lalu. Banjir makin diperparah karena naiknya air laut (banjir rob) sehingga aliran air tidak lancar.

“Laut tidak lagi bisa menampung sehingga aliran air tertahan di Kecamatan Tanjung Beringin dan meluap ke pemukiman warga, diperparah dengan intensitas curah hujan yang tinggi memperparah keadaan,” jelasnya.

Bersama Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan, Darma Wijaya meyakini bahwa masalah ganti rugi lahan untuk memperlebar dan mempertinggi tanggul sungai akan dapat diselesaikan tahun depan. Normalisasi sungai dan planing pengerjaan sungai dapat segera berjalan.

“Persoalan ganti rugi lahan akan kami selesaikan. Karena memang rakyat menginginkan itu dan ia yakin itu segera selesai,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menjelaskan bahwa pengerjaan sedimen sungai dan normalisasi akan mulai dikerjakan tahun depan.

BACA JUGA  Lingkar Nalar Indonesia Dukung Kembalikan Konsep Waterfront City di Medan

“Tahun lalu saya datang kemari juga banjir. Saya setuju kata bupati. Banjir bukan jadi tempat tontonan. Kalo kita hadir nonton bawa mie instan bawa beras itu gak selesaikan masalah. Kita akan segera selesaikan masalah ini,” tegas Gubernur.

Ia meminta agar bupati segera menyelesaikan masalah ganti rugi lahan sehingga pengerjaan dapat segera dilakukan.

“Saya minta diselesiakan persoalan ini. Kasihan petani terganggu. Kasihan orang kerja juga terganggu. Saya minta semua pihak berkoordinasi dengan ketat, setelah itu laporkan kepada saya,” tandasnya.

Lebih lanjut Kasatker Operasi dan Pemeliharaan SDA BWS Sumatera II Jintho Lumbanbatu mengatakan pihaknya sudah mendesain dari hulu hingga ke hilir.

“Larap dan Amdal sudah ada. Ini sudah diprogramkan. Masalahnya selama ini ganti rugi lahan. Tahun depan ada perbaikan tapi spot per spot. Sedimentasi dan pelebaran sungai tahun depan akan kami kerjakan,” jelasnya.

Sesuai dengan desain, penanganan akan dilakukan dengan cara meninggikan tanggul hingga 2 meter dengan mendatangkan tanah timbun dari luar.

“Konstruksi sudah disiapkan kementerian. Kalo gak ditinggikan tanggul masih akan banjir. Sesuai dengan desain kita tanggul ditinggikan banjir tidak ada lagi,”jelasnya.

Usai menyapa pengungsi di posko pengungsian bantaran Sei Belutu atau sungai Sei Rampah, Gubernur dan rombongan bertolak ke Mapolres Serdang Bedagai untuk melihat kondisi banjir menggunakan Helikopter P-3203. (ts23)

Loading...
loading...