Agar Vaksinasi Booster di Medan Sukses, DPRD Dorong Dinkes Intensifkan Komunikasi

329
Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Medan Afif Abdillah.

tobasatu.com, Medan | DPRD Medan mendorong Dinas Kesehatan Kota Medan untuk lebih mengintensifkan komunikasi dengan Departemen Kesehatan dalam pelaksanaan  program Vaksinasi Booster Covid-19 yang saat ini tengah dijalankan pemerintah.

Menurut Anggota Komisi II DPRD Medan Afif Abdillah, komunikasi itu penting agar vaksinasi booster bisa sukses seperti halnya vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua.

“Jadi jangan sampai ada miss komunikasi dengan Kementerian Kesehatan. Komunikasi itu penting, jangan sampai kita bergerak sendiri, nanti berbeda pula arahan dari pusat,” ujarnya, Jumat (14/1/2022).

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Medan ini juga berharap komunikasi Kadinkes yang baru dilantik Wali Kota Medan akhir tahun lalu dengan Kementerian Kesehatan tak hanya masalah vaksinasi, tapi semua permasalahan kesehatan.

“Terkait kinerja Kadinkes yang baru, memang hingga kini belum kelihatan karena masih belum lama. Terutama Kadinkes bukan dari Medan sebelumnya, makanya harus ada adaptasi. Apalagi Medan sangat padat warganya dan punya karakteristis sendiri, berbeda dengan daerah lainnya,” tuturnya.

Berkaca sebelumnya, sambung Afif, saat Kementerian Kesehatan menetapkan Medan PPKM Level 4, berkat komunikasi langsung Kadinkes Medan ke pusat, akhirnya bisa turun menjadi PPKM Level 3. Hingga sempat ke PPKM Level 1.

“Makanya di Medan ini, harus bisa jemput bola, tidak bisa hanya menunggu saja. Harus kita yang menanyakan ke pemerintah pusat apa yang harus dilakukan. Komunikasi harus lebih intens lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Taufik Ririansyah menuturkan vaksinasi booster bisa masyarakat dapatkan di berbagai fasilitas kesehatan. Yakni Puskesmas dan rumah sakit rujukan, seperti RSUD dr Pirngadi Medan.

Menurut Taufik, vaksinasi ketiga ini bisa terlaksana setelah vaksinasi lansia mencapai target 60 persen. Sebagai langkah awal, Dinas Kesehatan Medan akan memberikan vaksin Pfizer kepada warga yang akan mendapatkan vaksinasi booster. Lantaran meski sudah di bolehkan, tapi hingga kini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum mengirimkan vaksin khusus untuk booster. (ts-02)

BACA JUGA  Hadapi Omicron, Masyarakat Diimbau Lakukan Vaksinasi Dosis Lengkap