Ketua PKB Binjai: Pra-Muscab dan Muscab Bikin Pengurus PKB Sumut Terbelah Tiga

971
Samsul Bahri Pane, Ketua DPC PKB Binjai

Medan, Kegiatan pra-Muscab dan Muscab disebut membuat pengurus PKB di Sumut terbelah tiga.

Hal ini disampaikan Ketua DPC PKB Kota Binjai, Samsul Bahri Pane lewat keterangan tertulisnya, Minggu (23/1/2022). Penataan struktur DPC PKB yang ditujukan kepada 10 DPW merupakan kebijakan DPP PKB untuk penataan struktur DPC yang masa baktinya telah berakhir. Itupun tidak serta merta dilakukan Pra-Muscab, tetapi terlebih dahulu akan diperpanjang masa baktinya hingga terselenggaranya Muscab.

Dirinya menuding salah seorang elite pengurus di DPW PKB Sumut berinisial MP, terkesan tidak memahami dengan instruksi DPP PKB tentang penataan struktur partai. “Beliau tidak bisa membedakan surat berisi intruksi dan surat berisi pedoman partai. Beliau gagal memahami isi surat pedoman DPP PKB,” jelas Samsul.

Dijelaskannya, jika dilakukan perpanjangan SK DPC hingga digelar Muscab, itu artinya bahwa yang melaksanakan Pra-Muscab dan Muscab itu adalah kepengurusan DPC PKB defenitif. Lampiran surat itu juga mengatur adanya sambutan Ketua DPC PKB.

Lagipula, kata Samsul, pelaksanaan Muscab ditargetkan selesai paling akhir pada Juli 2022. Dijelaskannya, surat tentang penataan kepengurusan DPC itu hanya mengusulkan susunan kepengurusan untuk pengganti pengurus yang meninggal dunia misalnya.

Kenyataan kegiatan Pra-Muscab dan Muscab yang diselenggarakan oleh DPW PKB Sumut bertentangan dengan DPP PKB terlebih PP No. 1/2019 sebagai aturan lebih tinggi dari surat DPP PKB.

“Saya menyarankan pengurus DPP, DPW wajib paham AD/ART/Peraturan Partai dan Pedoman Partai. Kalau kita analisa, penyebab kericuhan Pra-Muscab dan Muscab ini, mungkin disebabkan minimnya jam terbang pengurus DPW PKB Sumut yang masih seumur jagung,” urainya.

Karena kekeliruan pengurus DPW PKB Sumut mengartikan surat DPP PKB, memicu konflik horizontal antara pengurus l DPC PKB menuding DPC PKB lainnya.

BACA JUGA  Polemik Cagub Sumut Partai Golkar : DPP Golkar Dianggap Abaikan Aspirasi Masyarakat

Ditingkat DPW, kata Samsul, konflik kepentingan terlihat jelas. Misalnya Sekretaris DPW PKB laksanakan Pra-Muscab, dan di tempat yang sama Wakil Ketua DPW PKB Sumut laksanakan Pra Muscab. “Jadilah dua kali Muscab di DPC PKB Asahan,” ungkapnya.

Samsul juga mengatakan, bahwa pengurus DPW PKB Sumut terbelah tiga. Ada pengurus yang pro Pra- Muscab dan Muscab, ada pengurus yang tidak setuju Pra Muscab dan Muscab. Ada pula pengurus yang tidak jelas keberadaannya karena tidak dilibatkan di setiap kegiatan DPW.

Samsul mengajak kader PKB tidak diam melihat penyimpangan hanya karena mengakomodir kepentingan pribadinya. “Katakanlah yang benar itu benar, meski harus berbeda pandangan dengan mereka yang memiliki kekuasaan. Katakanlah salah jika itu benar salah, jangan kemudian menuding teman DPC PKB lain salah hanya untuk menunjukkan asal pengurus DPW PKB Sumut senang,” urainya. (ts03)