BBM Naik, Ojol di Sumut Desak Revisi Penyesuaian Tarif Baru

195
Gubernur Sumut menerima aksi unjuk rasa ojek online tergabung dalam dalam Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams).

tobasatu.com, Medan | Puluhan ojek online di Kota Medan menggelar aksi unjukrasa di Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro Medan, Selasa (13/9/2022). Mereka mendesak agar pihak aplikator merevisi penyesuaian tarif baru untuk Zona I Pulau Sumaterayang ditetapkan Kemehub, menyusul naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Penyesuaian tarif yang diberlakukan aplikator menyusul kenaikan harga BBM dinilai terlalu kecil hanya berkisar 8 persen saja, atau sekitar Rp300. Para driver ojek online ini mendesak agar kenaikan tarif diberlakukan setidaknya 20 persen.

“Kami minta Pak Gubernur menyampaikan tuntutan kami kepada pemerintah pusat,” tutur Fadli Ali selaku koordinator aksi.

Dikatakan Fadli Ali, dalam tuntutannya, para driver ojol yang tergabung dalam Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitar (Godams) ini juga menolak kenaikan harga BBM khusus nya pertalite yang banyak dipergunakan Ojol.

Mereka juga mendesak agar segera direalisasikan payung hukum untuk legalisasi profesi ojek online Indonesia, mendesak aplikator agar menjaga stabilitas pasar dengan mengurangi berbagai potongan biaya aplikasi.

“Kami juga mendesak agar izin usaha aplikasi yang tidak patuh atas regulasi atau aturan pemerintah segera dicabut,” tutur Fadli.

Aksi unjuk rasa ini diterima Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Edy yang ikut naik ke mobil bak terbuka bersama pengunjukrasa menyatakan memahami dan menilai wajar tuntutan para driver ojek online yang terimbas dari kenaikan harga BBM.

“Saat ini memang semua orang susah. Tapi kita saat ini sedang berupaya untuk membantu masyarakat. Kita sudah membentuk tim dari BI, dari BPS, ada dari Pemprov. Kita hitung ini. Kita akan buat surat telaahan staf kepada pusat yang akan melampirkan sejumlah tuntutan dari mahasiswa, ojol,

Pemprov Siapkan Bantuan

BACA JUGA  Driver Ojek Online Tewas Terlindas Ban Belakang Truk di Medan Marelan

Sementara itu menurut Gubsu Edy Rahmayadi, untuk membantu kesulitan masyarakat yang terimbas kenaikan harga BBM, pemerintah akan menyalurkan bantuan, yakni sekitar 2 persen dari anggaran pemeirntah pusat.

Sementara di Sumut sendiri, tambah Edy, Pemprov akan mengetatkan ‘ikat pinggang’ dengan memangkas anggaran rapat, kunjungan, insentif dan perjalanan dinas, untuk kemudian dialihkan kepada bantuan untuk masyarakat.

“Kita akan memangkas dana rapat, dana kunjungan, dana insentif dan perjalanan dinas untuk membantu masyarakat,” tutur Edy Rahmayadi.

Aksi ini berjalan damai, dimana setelah diterima Gubernur pengunjukrasa pun membubarkan aksinya dengan tertib. (ts-02)