Pelabuhan Sibolga Siap Berangkatkan Jemaah Umroh Lewat Jalur Laut

169
Salah satu kapal penumpang milik PT.Pelni yang sedang berlayar ditengah lautan Samudra.(foto : ilustrasi).

tobasatu.com, Medan I Indonesia Maritime Pilots Association (INAMPA) akan mewujudkan Pelabuhan Sibolga dijadikan pelabuhan keberangkatan umroh menggunakan kapal laut.

“Rencana INAMPA ini mewujudkan visi Maritim Berbasis Religi Umroh dengan Kapal Laut dari Pelabuhan Kota Sibolga sekaligus membangun Kota Sibolga jadi kota bisnis dan maritim,” tutur Presiden INAMPA Pasoroan Herman Harianja di Medan dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di Jl. Abdullah Lubis Medan, Sabtu (5/11/2022).

Menurut Pasoroan Herman Harianja, rencana pelaksanaan umroh ini dibahas dalam seminar Nasional Kemaritiman oleh Pemerintah Kota Sibolga, Sumatera Utara dan telah didukung semua pihak yang terkait.

“Banyak manfaat yang akan didapat oleh jamaah umroh atau haji jika berangkat menggunakan kapal laut. Selain hemat biaya, karena ongkos menggunakan kapal udara lebih mahal, jamaah yang menggunakan kapal laut akan lebih efektif untuk mengkhusukkan diri beribadah meninggalkan segala kesibukan dunia selama perjalanan ibadah menggunakan kapal laut,” terang Pasoroan Herman.

Dijelaskannya, selama pelayaran menuju Tanah Suci Mekkah, di dalam kapal dapat diisi dengan kegiatan ibadah, belajar agama dan manasik umroh yang meliputi rukun, sunnah umroh dan dari mana jamaah memulai niatnya sebagai bekal ilmu jamaah Tanah Suci,” beber Pasoroan Herman.

Selain itu, tambah Pasoroan Herman, dengan menggunakan kapal laut para jamaah bisa selalu melakukan manasik dan sholat lima waktu berjamaah, sholat dhuha sebanyak delapan rakaat, tahajud di akhir malam dan salat sunnah, serta diajarkan cara berzikir sebagai penenang jiwa.

“Banyak ilmu dan ibadah yang dapat diterapkan selama di atas kapal laut selama dalam perjalanan pergi dan pulang,” tutur Herman.

Menurutnya, kapal laut akan menjadi alternatif transportasi pelaksanaan umroh. Jika dilihat dari sisi kapasitas, menggunakan kapal laut jauh lebih banyak mengangkut jamaah umroh, yakni hingga 3000 orang untuk satu kali perjalanan atau serta dengan setara dengan 5 hingga 6 kloter penerbangan pesawat.

BACA JUGA  Wagub Musa Rajekshah Lepas Ekspor Perdana melalui Pelabuhan Sibolga

“Diperkirakan umroh diberangkatkan dari Pelabuhan Sibolga menuju Jeddah, hanya memakan waktu delapan hari perjalanan,” kata Herman seraya menyebutkan pihaknya sudah bertemu dengan Wali Kota Sibolga Jamaludin Pohan untuk membahas masalah ini.

INAMPA, sebut Herman, melakukan 15 langkah untuk mewujudkan Pelabuhan Sibolga menjadi keberangkatan umroh dan saat ini sudah 7 langkah yang selesai maka tinggal delapan langkah, direncanakan tahun 2023 dapat launching.

Saat ini, INAMPA sudah menegoisasi kapal laut untuk dapat digunakan mengangkut umroh ke Jeddah, jika kapal laut sudah final maka mimpi yang selama ini belum terwujud akan segera terealisasi.

Perwujudan Pelabuhan Sibolga menjadi keberangkatan umroh merupakan suatu “Napaktilas” keberangkatan haji mulai tahun 1515 sejak diresmikannya Kota Sibolga,tambah Pasoroan Herman Harianja.

Kemudian dengan program ini terwujud memajukan perekonomian di Kota Sibolga akan dapat menjalin kerjasama baik dengan intansi vertikal, perbankan maupun pihak lain dan perekonomian di Kota Sibolga akan tumbuh pesat.

“Gagasan Walikota Sibolga Jamaluddin Pohan ini sangat menarik, dan bila terlaksana dengan lancar maka dapat menjadi model tambahan untuk penyelenggaraan haji. Ada visi kemaritiman yang kuat dalam agenda ini,” pungkas Pasoroan Herman. (ts-14).