Dipicu Berdirinya Gubuk, Mekar Jaya dan Beguldah Kembali Ricuh

275
Ratusan petani Mekar Jaya dan kelompok massa dari Beguldah kembali terlibat bentrok di lahan eks HGU PTPN II yang berada di Lingkungan V, Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, Kamis (24/11/2022).

tobasatu.com, Binjai | Ratusan petani Mekar Jaya dan kelompok massa dari Beguldah kembali terlibat bentrok di lahan eks HGU PTPN II yang berada di Lingkungan V, Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, Kamis (24/11/2022).

Bentrokan yang terjadi berlangsung dari pagi hingga sore. Kedua kelompok massa yang sudah saling berhadap-hadapan meluapkan kemarahannya dengan aksi lempar lemparan batu.

Dalam kejadian ini, seorang warga dari kelompok Mekar Jaya dikabarkan terluka.

Ia adalah Acun yang mengaku terkena panah tajam di tangannya dan terpaksa harus menjalani perawatan. Selain Acun, diduga banyak juga dari warga Mekar Jaya lainnya yang mengalami luka – luka seperti terkena lemparan batu hingga senapan angin.

Situasi mulai sedikit tenang, setelah personel kepolisian dari Polres Binjai berpakaian lengkap menggunakan peralatan diturunkan ke lokasi kejadian untuk berusaha melerai keributan dan membubarkan massa.

Insiden kerusuhan yang melibatkan dua kelompok massa tersebut kabarnya dipicu oleh adanya provokasi yang dilakukan kelompok Beguldah dengan mendirikan bangunan gubuk di atas lahan yang masih berstatus stanvas tersebut.

“Jadi semalam itukan bang, orang itu kami lihat mendirikan gubuk di lahan ini. Terus kami laporkanlah ke polisi supaya ditindaklanjuti. Tapi nyatanya apa sampai hari ini tidak juga ditanggapi,” kesal salah seorang petani dari Mekar Jaya yang minta namanya dirahasiakan.

Kata dia, gubuk itu berdiri di atas lahan seluas 1 hektar yang statusnya sudah dinyatakan stanpas oleh pemerintah. 

Namun, mereka (kelompok Beguldah) malah mencari gara – gara dengan sengaja mendirikan bangunan gubuk di atas lahan tersebut.

“Padahal gubuk itu berdiri di dekat Posko Polisi. Tapi sama Polisi didiamin aja. Makanya kami jadi kesal kenapa orang itu boleh menduduki lahan itu, sedangkan kami tidak dikasih,” ucapnya.

Mereka pun berinisiatif untuk beramai-ramai datang ke Posko Polisi guna mengadukan persoalan ini. 

Sesampainya di lokasi mereka justru disambut lemparan batu oleh kelompok Beguldah, hingga akhirnya kedua kelompok massa itu pun saling terlibat lempar batu.

Insiden bentrokan ini sendiri merupakan lanjutan dari bentrok sebelumnya. Dimana, kerusuhan yang sama pernah terjadi pada, Jumat (7/10/2022) sekira pukul 10.00 Wib pagi. Dalam kerusuhan ketika itu juga saling diwarnai hujan batu dan tembakan senapan angin.

Informasi berhasil diperoleh, kejadian bermula saat anggota Koptan Mekar Jaya yang sedang berada di lahan jagung milik Juli diserang oleh kelompok Beguldah. Mereka langsung dilempari menggunakan batu berukuran segenggam tangan orang dewasa.

Berdasarkan data diperoleh, banyak korban luka dari anggota Koptan Mekar Jaya yang berjatuhan terkena lemparan batu. Bahkan, salah satu korban bernama Mambe terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena terkena tembakan senapan angin.

“Kaki kiri saya terkena tembakan yang datang dari arah kelompok masyarakat Beguldah,” kata Mambe.

Bahkan, Camat Binjai Selatan, Aldi saat dikonfirmasi sudah meminta agar kedua belah pihak masyarakat saling menahan diri untuk menjaga kekondusifan di Kota Binjai.

“Mulai dari tingkat kecamatan sampai Forkopimda sudah berkomunikasi dengan masyarakat supaya saling menjaga kekondusifan. Sama-samalah saling menjaga emosi,” ucapnya.

Sementara itu, terkait kejadian ini Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, Dalam waktu dekat ini, Forkompinda akan memfasilitasi kedua belah pihak untuk duduk bersama mencari solusi yang terbaik.

“Oleh karena itu, kami harapkan kedua belah pihak dapat saling menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan – perbuatan yang melawan hukum,” harapnya. (ts-25)