Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang Lakukan Penguatan Kerjasama Tiga Sektor

722
Wali Kota Medan Bobby Nasution melakukan penandatangan kerjasama di Gedung Pertemuan Pemkab Deliserdang Jalan Medan - Lubuk Pakam, Rabu (28/12/2022).

tobasatu.com, Lubukpakam |  Pemko Medan melakukan Penguatan Hubungan Kerja Sama dengan Pemkab Deliserdang, di tiga sektor yang cukup strategis.

Menurut Wali Kota Medan Bobby Nasution, kerjasama di tiga sektor diantaranya penanggulangan kebakaran dan penyelamatan di wilayah perbatasan Medan dan Deliserdang. Kemudian, penanganan permasalahan Infrastruktur dan Utilitas Lingkup Wilayah Medan dan Deliserdang.

“Selain itu kerjasama Pelaksanaan Ketentraman dan Ketertiban Umum di Wilayah Perbatasan Antara Kota Medan dengan Kabupaten Deliserdang,” tutur Bobby saat melakukan penandatangan kerjasama di Gedung Pertemuan Pemkab Deliserdang Jalan Medan – Lubuk Pakam, Rabu (28/12/2022). 

Penandatanganan kerjasama dilakukan langsung Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan.

Sebelum Wali Kota Medan dan Bupati Deliserdang melakukan penandatanganan kerjasama, masing-masing pimpinan OPD terkait terlebih dahulu melakukan penandatanganan MoU.

Dihadapan Wali Kota Binjai Amir Hamzah, Bupati Batubara H Zahir, Pj Wali Kota Tebing Tinggi M Dimiyathi, Wakil Bupati Deliserdang HM Ali Yusuf Siregar, Wakil Bupati Serdang Bedagai H Adlin Umar Yusri Tambunan, Wakil Bupati Labuhanbatu Utara Syamsul Tanjung, unsur Forkopimda Kabupaten Deliserdang dan Sultan Serdang T Ahmad Tala’a, Bobby Nasution mengungkapkan, penguatan kerjasama ini dilakukan karena pembangunan yang dilakukan di Kota Medan tidak terlepas dengan Kabupaten Deliserdang.

Sebagai contoh, jelas Bobby Nasution, penanganan banjir di Kota Medan. Dikatakannya, sebesar apa pun upaya yang dilakukan Pemko Medan dalam mengatasinya tidak akan berhasil karena solusi sebenarnya ada di Deliserdang. Sebab, ungkapnya, hulu sungai ada di Deliserdang, sedangkan hilirnya ada di Deliserdang. Oleh karenanya, imbuhnya, penanganan banjir yang dilakukan harus melibatkan Deliserdang.

“Jika normalisasi Sungai Bedera selesai, maka dapat mengurangi banjir yang terjadi di Medan sekitar 20 persen. Begitu juga dengan pembangunan Bendungan Lau Simeme yang berada di wilayah Deliserdang, jika selesai dapat mengatasi 40 persen banjir di Kota Medan. Oleh karenanya perlu dilakukan penguatan kerjasama ini agar pembangunan yang dilakukan dapat berkesinambungan,” kata Bobby Nasution.

BACA JUGA  Malam Tahun Baru di Medan Tanpa Pesta Kembang Api, Gantinya Pemko Gelar Doa & Dzikir Akbar

Selain itu kata menantu Presiden Joko Widodo ini, terkait adanya kesulitan masyarakat dalam melakukan pengurusan  terkait perbatasan yang ada antara Kota Medan dengan Kabupaten Deliserdang juga harus disikapi sehingga wilayah Deliserdang yang berada di Kota Medan masuk ke Kota Medan dan yang berada di Deliserdang dimasukkan ke Deli Serdang.

“Tujuannya untuk percepatan pembangunan yang dilakukan. Adanya kesepakatan dan kerjasama ini tentunya dapat menjadi bukti hukum. Dimana tahun 2023, Pemko Medan siap bekerjasama memperbaiki 5 titik jalan yang berada di wilayah Deliserdang,”  ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan menyatakan penguatan kerjasama yang dilakukan ini tidak semata hanya untuk kepentingan Kota Medan dan Deliserdang, tetapi juga demi kemajuan Sumatera Utara.

“Kerja sama ini tentunya sangat bermanfaat, terutama bagi Deliserdang. Contohnya dalam soal kebakaran, Pemko Medan selama ini sangat membantu. Tentunya dengan kerjasama ini, maka bantuan yang akan diberikan Pemko Medan bisa mencakup lebih besar lagi,” ujar Ashari.

Selain itu, papar Ashari lagi, selama ini upaya pembangunan yang dilakukan di Kota Medan selalu mengkaji dan mengevaluasi sejauh mana memberikan manfaat bagi Deliserdang. “Terima kasih, Pak Bobby. Kolaborasi dan kerjasama ini sangat memberikan manfaat bagi Deliserdang,” akunya.

Penguatan Hubungan Kerja Sama Antara Pemkab Deli Serdang dengan Pemko Medan ini dihadiri sekitar 1.500 orang yang tatap muka langsung, sedangkan melalui zoom meeting diikuti sekitar 1.200 orang. Antusiasme masyarakat dan tokoh adat sangat tinggi menyambut dilakukannya penguatan kerjasama tersebut.(ts-02)