CCEP Indonesia Lakukan Pengembangan Masyarakat Lewat Konsep Pendekatan Bank Sampah

148

tobasatu.com, Medan | Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia sebagai pelaku usaha dalam industri minuman kemasan terkemuka di Indonesia, sejak lama menyadari pentingnya pengelolaan sampah yang menyeluruh dan berkelanjutan. Perusahaan berkomitmen terus mewujudkan bisnis yang berkelanjutan melalui sederet inisiatif perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup, termasuk tata kelola persampahan di Indonesia.

CCEP Indonesia secara rutin melakukan pengembangan masyarakat melalui konsep pendekatan bank sampah (Pilot Project Community Development Bank Sampah) di Kota Metro dengan Pemerintah Kota Metro memiliki tujuan untuk menyelaraskan aspek lingkungan, sosial budaya dan ekonomi dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan yang berbeda.

Pemilihan Kota Metro sebagai tempat pelaksanaan proyek rintisan dikarenakan permasalahan penanganan sampah yang belum dapat dikendalikan sepenuhnya. Kota Metro yang memiliki Luas wilayah 68,74 km2 atau 6.874 ha, terbagi dalam lima kecamatan dan 22 kelurahan dihuni oleh kurang lebih 169.500 jiwa berdasarkan data BPS tahun 2020.

Kota Metro menghasilkan sampah rata-rata kurang lebih 102,47 per hari. Saat ini Kota Metro memiliki 1 TPA di Karang Rejo yang menggunakan metode open dumping diatas luasan lahan 14 hektar yang sangat terbatas. Maka, perlu ada langkah penanganan yang efektif dan efisien untuk permasalahan sampahnya.

Penanganan yang belum tepat atas permasalahan sampah akan menghasilkan gas rumah kaca berbahaya yang berkontribusi pada perubahan iklim. Tempat pembuangan sampah padat merupakan sumber emisi metana terbesar ketiga yangdapat mengganggu estetika kota, polutan hasil dekomposisi, pencemaran air, dan pencemaran tanah sebagai akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik yang juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan kita dengan timbulnya berbagai penyakit bagi warganya.

Para inisiator Pilot Project Community Development Bank Sampah memiliki ambisi mewujudkan Kota Metro yang bersih dan berkelanjutan mengurangi beban timbunan sampah di TPA Karang Rejo dan menjadikan inisiatif ini sebagai penggerak ekonomi sirkular di masyarakat.

BACA JUGA  Di Tahun 2022, DKP Disarankan untuk Prioritaskan LPJU dan Kebersihan

Tahun pertama Pilot Project Community Development Bank Sampah dan pendampingan masyarakat sepanjang tahun 2022 telah dilakukan di 5 Kecamatan Kota Metro masing-masing, yaitu Metro Selatan, Metro Barat, Metro Utara, Metro Pusat dan Metro Timur telah diikuti oleh 22 Bank Sampah PKK, melibatkan 1.155 orang nasabah Bank Sampah PKK dari 22 Kelurahan yang menjadi target pendampingan sepanjang tahun 2022. Kegiatan ini berhasil mencatatkan total sampah yang terpilah sebanyak 22.828 kilogram. (ts14)